Oliver, 6 Bulan

Tak terasa, usianya sudah enam bulan pada tanggal 9 Januari tahun ini.  Tak terasanya bisa jadi karena saya sudah cukup menyantaikan pikiran dalam mengasuh bayi.  Tidak seperti waktu anak pertama, Pepe, yang terasa berat dari hal begadang, jadwal memberi susu, dan sebagainya.  Maka untuk si Oliver, sejak hamil pun saya sudah lebih tidak memusingkan macam-macam rutinitas.

Jika saat hamil Pepe saya selalu menghabiskan vitamin dari dokter, untuk si Oliver saya malah cenderung menghindari.  Hanya beberapa saja yang saya konsumsi, itu pun tidak rutin.  Saya ingin yang lebih alami saja, jadi makan makanan yang sehat sudah cukup membuat saya yakin jika janin tidak bermasalah.  Setiap periksa ke dokter dan di-USG pun tidak bermasalah, jadi saya tetap meneruskan perawatan kehamilan secara biasa saja, tanpa harus parno keharusan makan obat. Continue reading

Motiflection : Doa Tanpa Kompensasi

Suatu ketika saya menonton tayangan acara anak yang dimeriahkan oleh dua pembawa acara dari stasiun televisi anak di Indonesia.  Acaranya biasanya dimeriahkan dengan nyanyian-nyanyian, gurauan, dan dongeng fabel dengan menggunakan boneka binatang.

Kali itu dongeng yang dibawakan adalah tentang si gajah dan si anjing yang bermimpi dalam tidur.  Singkat cerita, si gajah tidurnya gelisah karena bermimpi buruk sementara si anjing merasa senang dalam tidur karena bermimpi indah.  Si anjing berdoa sebelum tidur dan si gajah tidak.  Kesimpulannya setelah si gajah dan anjing bertanya kepada raja hutan (si singa) mengapa si gajah tidak nyenyak tidur sementara anjing berbahagia adalah : harus berdoa sebelum tidur.

Wah lagi-lagi ilmu spiritual yang menurut saya keliru untuk diperkenalkan kepada anak.  Bagi saya, jika ingin mengajarkan hal-hal baik dengan harapan mendapat kompensasi malah kelak akan memberikan persepsi yang keliru tentang nilai baik itu.  Seperti cerita yang saya tulis di atas, bagi saya kisah tersebut malah merendahkan arti doa itu sendiri.  Doa jadi diibaratkan seperti jimat atau kalimat sakti yang akan berakibat buruk jika tidak dilakukan.  Padahal makna doa jelas lebih dari itu bagi yang sering mengaplikasikan dengan benar.

Selanjutnya dapat dibaca dengan klik tautan di bawah ini :

http://motiflection.com/2011/10/doa-tanpa-kompensasi/.

Terima Kasih Seribu (Pada Tuhan, Allahku)

Kemarin pagi, seperti biasa :

“Bangun tidur, kuterussss cek email…”

Ada satu pesan yang membuat saya jadi bersemangat sekaligus bersyukur.  Pesan ini sebenarnya merupakan kisah yang unik tapi nyata.  Saya kutip di sini dan silahkan rasakan letak uniknya :

Rachmi Kurniati May 19 at 7:16am

Hai, Fem. Apa kbr? Semoga semua sehat & lancar ya..

Sis, mau cerita nih… tentang buku motiflection I yg saya beli untuk kasih kakakku yg ultah. Gini… saya kan punya 5 cicik & 1 koko, yg lalu saya beli buku itu utk Koko yg ultah. Ehh… bln April kemarin, waktu saya ultah, tenyata saya dapat kado buku motiflection itu dari cicikku! ha..ha.. padahal tadinya saya udah mau pesen lagi sama kamu karena saya sendiri suka sekali dengan bukumu itu.. Bener juga ya, kalau jodoh gak lari kemana… he..he.. Sekarang, saya sendiri juga punya buku itu, sebagai hadiah ultah dari cicik tercinta. Ternyata, keluarga saya jg nge-fans sama motiflection kamu, Fem!

Berkarya terus ya, Sis. Biarkan cahaya & kasih yang terpancar lewat kata-kata penguat itu semakin bergaung & memberikan pencerahan buat sekitarmu! GBU! “

Continue reading

Yang Tidak Biasanya (Natal 2009)

Malam Natal kemarin, ada sedikit kejadian yang tidak biasa. Malah tidak melebih-lebihkan bila saya katakan ada mujizat.

Pendek kisah, kami yang baru menempati rumah di Jakarta tidak dapat memarkir mobil di rumah yang kami kontrak ini. Tanjakan terlalu tajam, sehingga sedan tua kami (walaupun sudah dengan segala cara) tidak mampu menerobos hingga masuk ke dalam. Alhasil kami (saya dan suami) sepakat mencari tukang saja untuk men-dedel tanjakan tajam itu menjadi lebih landai. Continue reading