Are You a Baby?

Kamu tuh sudah besar…!’ kata orang tua kepada anaknya kalau melihat anaknya bandel dan terkesan seperti anak kecil yang semua perlu dipaksa dan dibantu orang tua.

Tetapi kalau anak itu merasa sudah besar dan ingin berlaku seperti orang yang lebih besar darinya, maka : ‘Kamu tuh masih kecil…!

Lucu juga ya jadinya.  Sekejap anak bisa jadi besar dan kecil hahaha…  Seringkali kalimat seperti itu terngiang dan hendak dilontarkan dari mulut saya juga jika melihat anak pertama, Pepe mulai beraksi.  Tetapi saya seketika juga sadar kalau kalimat itu juga tidak kreatif karena terkesan old fashion dan hanya sekadar asal ucap untuk ngomel. Continue reading

Oliver, 6 Bulan

Tak terasa, usianya sudah enam bulan pada tanggal 9 Januari tahun ini.  Tak terasanya bisa jadi karena saya sudah cukup menyantaikan pikiran dalam mengasuh bayi.  Tidak seperti waktu anak pertama, Pepe, yang terasa berat dari hal begadang, jadwal memberi susu, dan sebagainya.  Maka untuk si Oliver, sejak hamil pun saya sudah lebih tidak memusingkan macam-macam rutinitas.

Jika saat hamil Pepe saya selalu menghabiskan vitamin dari dokter, untuk si Oliver saya malah cenderung menghindari.  Hanya beberapa saja yang saya konsumsi, itu pun tidak rutin.  Saya ingin yang lebih alami saja, jadi makan makanan yang sehat sudah cukup membuat saya yakin jika janin tidak bermasalah.  Setiap periksa ke dokter dan di-USG pun tidak bermasalah, jadi saya tetap meneruskan perawatan kehamilan secara biasa saja, tanpa harus parno keharusan makan obat. Continue reading

Pepe, 4 Tahun

Apa makna ulang tahun bagi seorang balita?  Jawabannya tidak ada.  Makna itu jelas dirasakan oleh orang tuanya daripada anaknya sendiri.  Anak kecil memaknai ulang tahun dengan kado?  Ternyata salah, karena mereka pun sebenarnya tidak mengerti konsep kado di usia segitu.

Hal itu yang terjadi pada Pepe, ketika tanggal 14 Desember 2011 memasuki usianya yang ke-4.  Posting ini memang rada telat.  Maklum… waktu di depan monitor sudah amat sangat berkurang (dikarenakan Pepe sudah banyak menguasai laptop dan juga kalau mau menulis harus tunggu si kecil Olly tidur dengan nyaman hehe…).  Baiklah, kembali ke topik ulang tahun Pepe…!  Saya malah lebih memaknai waktu persiapan ulang tahunnya.  Temanya sudah pasti harus Thomas!  Sub tema : swadaya mama alias semua dikerjakan sendiri, tidak pakai order kue, order makanan, dan pesan-pesanan lainnya.

Tidak ada perayaan ulang tahun yang wah…  Acaranya juga berlangsung nyempil di sela pelajaran sekolah Pepe.  Sejatinya, saya sih mau buat acara yang bisa melibatkan murid-murid di sekolah Pepe, biar perayaan tidak hanya sekadar menyanyi, tiup lilin, kasih selamat, dan goody bags.  Namun nampaknya hal tersebut tidak memungkinkan.  Selain guru-gurunya sangat terbatas (berakibat akan sulit mengontrol anak-anak), saat itu memang sedang penuh kegiatan sehubungan acara akhir tahun jadi saya maklum bila konsentrasi mereka tidak bisa ke ulang tahun.  Walau begitu, saya cukup sibuk karena dari A sampai Z semua dikerjakan sendiri. Continue reading

Motiflection : Doa Tanpa Kompensasi

Suatu ketika saya menonton tayangan acara anak yang dimeriahkan oleh dua pembawa acara dari stasiun televisi anak di Indonesia.  Acaranya biasanya dimeriahkan dengan nyanyian-nyanyian, gurauan, dan dongeng fabel dengan menggunakan boneka binatang.

Kali itu dongeng yang dibawakan adalah tentang si gajah dan si anjing yang bermimpi dalam tidur.  Singkat cerita, si gajah tidurnya gelisah karena bermimpi buruk sementara si anjing merasa senang dalam tidur karena bermimpi indah.  Si anjing berdoa sebelum tidur dan si gajah tidak.  Kesimpulannya setelah si gajah dan anjing bertanya kepada raja hutan (si singa) mengapa si gajah tidak nyenyak tidur sementara anjing berbahagia adalah : harus berdoa sebelum tidur.

Wah lagi-lagi ilmu spiritual yang menurut saya keliru untuk diperkenalkan kepada anak.  Bagi saya, jika ingin mengajarkan hal-hal baik dengan harapan mendapat kompensasi malah kelak akan memberikan persepsi yang keliru tentang nilai baik itu.  Seperti cerita yang saya tulis di atas, bagi saya kisah tersebut malah merendahkan arti doa itu sendiri.  Doa jadi diibaratkan seperti jimat atau kalimat sakti yang akan berakibat buruk jika tidak dilakukan.  Padahal makna doa jelas lebih dari itu bagi yang sering mengaplikasikan dengan benar.

Selanjutnya dapat dibaca dengan klik tautan di bawah ini :

http://motiflection.com/2011/10/doa-tanpa-kompensasi/.

Episode Pepe – Olly : Tangisan

Episode 1

Adik Olly akhirnya tiba di rumah.  Usianya tiga hari.  Pepe ternyata senang melihat makhluk kecil di kamarnya dan mulai memanggil,

“Dedekkk…”

Atau

“Olly…”

Tetapi dia menjadi gelagapan ketika mendengar Olly menangis,

Oaaaa… oaaaa… oaaa!!!”

Pepe menutup kedua kupingnya dan wajahnya mulai mengerut,

“Ughhh…  Dedek so really louddd…!” Continue reading

Terima Kasih, Pepe

Terima kasih
Karena Pepe sudah berusaha mendengar kata-kata Mama.

Terima kasih
Karena Mama selalu terhibur dengan kehadiranmu di samping Mama, tatkala Mama sedang repot menenangkan Dedek Olly.  Mama jadi tidak stress karena kamu.

Terima kasih
Karena Pepe tidak selalu rewel minta ditemani, dan membiarkan Mama istirahat sembari Pepe bermain di ranjang yang sama di tempat Mama memejamkan mata sejenak.

Terima kasih
Karena Pepe sekarang berinisiatif menjadi anak yang pandai semakin hari, seperti belajar mewarnai dengan rapih, dan yang lucu melihatmu berusaha membaca buku ceritamu sendiri padahal kamu belum bisa membaca.  Takjub rasanya melihat jarimu bergerak seiring huruf di bukumu sambil mulutmu berceloteh tentang kisah yang sudah kamu hafal di luar kepala.

Terima kasih
Untuk lagu-lagu yang sering kamu nyanyikan di rumah sehingga membuat Mama tersenyum. Continue reading

Hadiah Bulan Juli

Bulan Juli adalah bulan yang memiliki arti buat saya, karena di bulan itu dan tanggal 25, saya melangsungkan pernikahan.  Tahun ini sudah tujuh tahun usianya.

Di tahun ini kami mendapatkan hadiah di ulang tahun pernikahan ketujuh ini, yaitu lahirnya anak kedua kami : Oliver Aquilani Andre yang sudah keluar ke dunia pada tanggal 9 Juli 2011 pukul 16.30.

Tanda-tanda melahirkan sudah terjadi pada tanggal 8 Juli malam hari.  Mules sudah mulai intens, dan sudah terjadi flek.  Akhirnya tanggal 9 Juli dinihari saya menunggu pembukaan di rumah sakit.  Eh ternyata sampai siang jam 12.00 pembukaan belum maju-maju, tetap pembukaan 1.  Sementara dokter sudah wanti-wanti jika sudah 12 jam sejak flek terjadi tidak terjadi kemajuan yang berarti, besar kemungkinan saya harus dioperasi lagi agar tidak terjadi resiko rahim bekas operasi yang robek akibat desakan bayi yang tidak bisa maju-maju.  Maklum berat bayi pada minggu ke-39 naik drastis menjadi 3.2kg dari minggu ke-38 yang hanya 2.7kg.  Padahal berat Pepe waktu lahir pertama di-caecar 3.3kg, jadi agak sulit untuk bayi kedua untuk keluar karena beratnya nyaris sama (catatan : untuk lahir normal sesudah caecar, berat bayi harus lebih kecil daripada berat bayi terdahulu). Continue reading