Anak-anakku (4) -TAMAT-

Ada istilah hamil kebo buat mereka yang hamil hingga 10 bulan.  Tetapi kalau yang satu ini sudah hamil naga, soalnya sudah lama hamil, hampir setahun, anaknya belum keluar-keluar hehehe…  Loh…  siapa yang hamil?  Ya tetap saya, tetapi hamil buku baru.

Sebenarnya rencana sejak pertengahan tahun 2010 saya sudah mempersiapkan materi untuk buku baru yang akan diluncurkan tahun 2011, antara lain Buku Bingkisan Kata Seri Motiflection yang kedua.  Itu karya buku solo saya.  Lalu juga buku fiksi bareng Fonny Jodikin yang naskahnya bahkan sudah selesai disunting (editing).  Judul juga sudah dipersiapkan, antara lain F3 (Fantasi Fonny – Femi) atau Antara Vietnam-Singapore-Surabaya-Jakarta.

Lalu kapan semua terbit?  Eitsss… bukan hanya dua itu loh!  Masih ada satu lagi, yaitu tulisan komplikasi eh kompilasi kontemplasi antara saya, Fonny Jodikin, dan Donny Verdian yang juga sudah memiliki judul, yaitu Biji Sesawi di Rerumputan.  Naskah pun sudah final, tinggal proses menjadi buku. Continue reading

Anak-anakku (3)

Kurang lebih satu bulan lagi anak kedua yang sedang ada di rahim akan lahir.  Berarti sekitar pertengahan bulan Juli 2011 seorang bayi yang sudah di-USG berjenis kelamin lelaki akan melihat dunia.

Sepertinya memang tidak terasa waktu berjalan, walaupun pada trimester pertama rasanya lama berakhir akibat didera mual muntah.  Yang paling bisa dinikmati adalah trimester kedua. Pada trimester ketiga kembali lagi ke masa yang sama berat dengan trimester pertama akibat bonus berat badan dan beberapa keluhan ringan yang menyertai.

Untuk kelahiran anak kedua ini saya memiliki keinginan khusus, yaitu bisa melahirkan secara normal.  Waktu melahirkan Pepe, saya terpaksa harus sectio caecar karena sudah diinduksi juga pembukaan hingga hari kedua mentok di pembukaan dua.  Alasan dari dokter jika rahim kaku yang menyebabkan pembukaan menjadi lama juga membuat kami memutuskan untuk operasi waktu itu.  Ternyata setelah bertanya sana-sini dengan sesama teman yang sudah pernah melahirkan, banyak juga yang dieksekusi rahim kaku bisa melahirkan normal karena kondisi ibu masih cukup kuat.  Berarti ada kemungkinan jika saya masih bisa melahirkan secara normal. Continue reading

Anak-anakku (2)

Tulisan ini sambungan dari Anak-anakku (1)

Berjualan makanan tidak pernah jadi rencana dari kecil, mengingat saya bisa masak saja ketika anak pertama saya sudah menginjak usia 6 bulanan.  Namun setelah bisa memasak akhirnya tertantang juga untuk terjun ke bisnis makanan.

Walaupun tidak mudah pastinya, saya dan suami saya memberanikan diri juga untuk jualan ayam goreng kremes dan ayam bakar.  Persiapan tersebutlah yang membuat saya mengistilahkan jika saya sedang mempersiapkan ‘anak’ yang lahir dengan nama AYAM GO-KAR (GOreng, baKAR & KARi).


Awalnya kita mencoba lokasi yang dekat dengan rumah, tetapi akhirnya kami memutuskan untuk tempat yang lebih ramai yaitu di pusat jualan makanan di area Citra Garden 2, depan Citra Niaga, bersebelahan dengan Dunkin Donat (Cengkareng)  Mangkallah gerobak plus etalase Ayam Gokar di sana dengan spesialisasi menu : ayam goreng kremes, ayam bakar, ayam kari, tahu tempe (goreng dan bakar), dan urap. Ngiler gak? Hehehehe… Continue reading

Anak-anakku (1)

Tiga minggu lebih saya tidak muktahirkan isi blog, termasuk juga tidak banyak menulis status-status di jejaring sosial.  Sebenarnya tangan sudah gatal pengin ngetik-ngetik berbagi kisah dalam dua hingga tiga minggu ini dan sekaranglah menuangkan cerita-cerita sibuk di bulan ini.

Saya memang sibuk dengan urusan anak, baik yang memang anak yang terbentuk dari darah dan daging saya, juga ‘anak’ yang terbentuk dari pikiran serta tenaga.  Jelas saya pastinya lebih senang untuk terlebih dulu menceritakan kesibukan terhadap kegiatan anak kandung saya.

Sudah genap satu bulan Pepe masuk sekolah.  Waktu-Nya memang selalu tepat, karena selagi saya masih bingung mencari sekolah yang pas dengan keinginan (yaitu : pas di kantong, pas dengan pola pengajaran yang cocok dengan Pepe, juga pas lokasinya tidak jauh) tiba-tiba saja ada sekolah yang baru dibuka di Citra Garden 6 (saya di Citra Garden 5).  Setelah dibanding-bandingkan dengan sekolah yang lebih jauh dan yang lebih dekat (yang masih di dalam kompleks perumahan), ternyata semua kriteria yang kami inginkan ada di sekolah baru tersebut.  Tanpa berlama-lama, kami langsung mendaftarkan Pepe setelah melihat dia senang-senang saja di sana ketika kegiatan ‘trial’. Continue reading

Ahmadiyah, Saksi Yehova, dan Saya

Indeks tulisan dari Motiflection

Membaca berita-berita tentang Ahmadiyah yang disebut aliran sesat membuat saya teringat dengan salah satu aliran yang juga dianggap sesat oleh kaum Nasrani, yaitu Saksi Yehova.  Saya yakin banyak yang pro kontra jika sudah bicara soal aliran sesat.  Yang kontra merasa semua harus dibasmi karena mereka layaknya setan yang akan menyesatkan banyak orang.  Sementara yang pro biasanya menggunakan logika humanisme bahwa agama yang tidak diakui di Indonesia bukan berarti harus dibasmi manusianya.  Secara hak asasi, penganut agama setan pun punya hak untuk hidup dengan harapan pengikutnya bisa kembali ke tingkah yang benar (saya enggan menggunakan jalan yang benar, karena istilah itu sangat mengambang).

Baca lanjutannya di tautan bawah ini

Ahmadiyah, Saksi Yehova, dan Saya – Kumpulan Penikmat Tulisan dan Souvenir Kontemplatif.

Sekecil-kecilnya Cabe, Tetap Mahal

Harga cabe naik tajam???

Bukan masalah bagi mereka yang tidak suka dengan cabe.  Saya dan suami yang penggemar cabe awalnya juga tidak terlalu memusingkan.  Naik harga sih biasa kan…  Tetapi ketika hanya dalam dua bulan harga cabe bisa melonjak layaknya deret ukur (bukan deret hitung lagi!), baru deh terperangah.

Dulu saya bukan maniak pedas.  Saya suka pedas tetapi bukan berarti setiap makan harus ada cabe.  Setelah menikah, kemampuan untuk makan pedas semakin meningkat karena suami saya sudah masuk kategori ‘hilang urat pedasnya’.  Dengan kata lain, tingkat kepedasan baginya sudah berbeda dengan orang normal.  Jika biasanya orang hanya menggunakan 3 cabe rawit yang ditumbuk sudah membuat orang megap-megap, berbeda dengan suami saya yang 10 cabe rawit saja belum tentu pedas untuknya.  Lama-kelamaan standar rasa pedas saya menyamainya! Continue reading

Happy Belated Birthday

Pepe, berulang tahun ketiga pada tanggal 14 Desember 2010.  Saya baru sempat mengabadikan melalui tulisan sekarang.  Ini pun saya berusaha menulis dengan cepat selagi stamina sedang tidak drop.

Sebagai orang tua, saya bersyukur bisa belajar menjadi orang yang lebih baik melalui kehadiran anak.  Bagaimanapun walaupun dia kecil, tetapi ia mengajarkan saya agar menjadi teladan yang baik dan juga berusaha untuk selalu lebih baik sebagai manusia di kemudian harinya.

Saya juga bersyukur di usianya yang ketiga ini ia sudah menguasai cukup banyak hal walaupun belum bersekolah.  Bagaimanapun saya harus akui, saya bukan tipe ibu-ibu yang suka berbicara terus menerus sehingga bukan tipikal saya untuk selalu memberikan komentar terhadap tindakan anak.  Saya termasuk membebaskan anak ingin bergerak seperti apa selama tidak merusak dirinya.  Walaupun terkadang terlihat kurang baik di mata orang lain, tetapi syukurlah perkembangan Pepe hingga saat ini cukup baik.

Jadi, apa saja yang sudah dapat ia lakukan di usia ketiganya ini?  Sengaja saya tulis agar bisa saya baca dan ingat kelak :) Continue reading