Do You Still Love Facebook? Yes, I do!

credit photo : Connections within a social network (David Malan)

Aih… itu judul! Ya, kenyataannya begitu. Tahun 2012, tematik facebook dibuat menjadi formasi timeline. Bagi sebagian pengguna, seperti biasa mulai kasak kusuk gerah melihat perubahan lagi di wajah facebook. Kebetulan, sejak dulu saya tidak terlalu pusing dengan beberapa perubahan dari facebook. Ya, tinggal membiasakan diri saja. Jika ternyata facebook semakin mengorek-ngorek album lama, tulisan lama, status lama, atau menguntit apa yang kita lakukan pada facebook teman kita dianggap mengganggu ‘kan tinggal diatur saja menu privasinya. Saya selalu mengatur untuk menyembunyikan dan rajin menghapus recent activities saya di facebook, jadi akan sulit bagi orang untuk melihat saya sedang mengomentari siapa, atau lagi berteman dengan siapa. Kalau malu dengan posting-posting lama, ya tinggal dihapus saja. Gitu aja kok repot hehehe… Continue reading

Pepe, 4 Tahun

Apa makna ulang tahun bagi seorang balita?  Jawabannya tidak ada.  Makna itu jelas dirasakan oleh orang tuanya daripada anaknya sendiri.  Anak kecil memaknai ulang tahun dengan kado?  Ternyata salah, karena mereka pun sebenarnya tidak mengerti konsep kado di usia segitu.

Hal itu yang terjadi pada Pepe, ketika tanggal 14 Desember 2011 memasuki usianya yang ke-4.  Posting ini memang rada telat.  Maklum… waktu di depan monitor sudah amat sangat berkurang (dikarenakan Pepe sudah banyak menguasai laptop dan juga kalau mau menulis harus tunggu si kecil Olly tidur dengan nyaman hehe…).  Baiklah, kembali ke topik ulang tahun Pepe…!  Saya malah lebih memaknai waktu persiapan ulang tahunnya.  Temanya sudah pasti harus Thomas!  Sub tema : swadaya mama alias semua dikerjakan sendiri, tidak pakai order kue, order makanan, dan pesan-pesanan lainnya.

Tidak ada perayaan ulang tahun yang wah…  Acaranya juga berlangsung nyempil di sela pelajaran sekolah Pepe.  Sejatinya, saya sih mau buat acara yang bisa melibatkan murid-murid di sekolah Pepe, biar perayaan tidak hanya sekadar menyanyi, tiup lilin, kasih selamat, dan goody bags.  Namun nampaknya hal tersebut tidak memungkinkan.  Selain guru-gurunya sangat terbatas (berakibat akan sulit mengontrol anak-anak), saat itu memang sedang penuh kegiatan sehubungan acara akhir tahun jadi saya maklum bila konsentrasi mereka tidak bisa ke ulang tahun.  Walau begitu, saya cukup sibuk karena dari A sampai Z semua dikerjakan sendiri. Continue reading

Bandungan dan Bandengan

Libur Natal baru dimulai, tetapi bagiku liburan dalam arti jalan-jalan sudah selesai.  Aku dan keluargaku memang sudah memulai liburan sejak tanggal 17 Desember dan tiba di Jakarta kembali tanggal 23 Desember.

Kuberi catatan pada liburan ini karena liburan tahun ini adalah liburan yang paling minim ‘me time’ bagiku sendiri.  Jika dulu yang namanya liburan berarti hanya tidur, makan, jalan dengan porsi tidur paling banyak, namun kali ini sudah tidak bisa begitu.  Memboyong satu keluarga, walaupun hanya beranggotakan empat orang tetapi karena yang satu masih bayi alhasil aku lebih menikmati untuk menjaga anak mungil itu.

Dimulai dari perjalanan awal dari Jakarta menuju Semarang dengan kereta api.  Jadwal keberangkatan tepat pada pukul 16.45 sehingga Pepe masih sempat melihat pemandangan di sekitar stasiun dan di luar jendela kereta.  Dia sangat menikmati transportasi yang baru pertama kali ia naiki saat itu.  Sebagai ‘Thomas and Friends’ freaks, tak sulit menjelaskan semua hal yang ia lihat.  Continue reading

Kekirian

Saya kidal.  Selama blogging, belum pernah saya curhat mengenai kidalisme (jangan buka kamus KBBI, karena memang tidak ada).  Lalu daripada di catatan hidup saya tidak pernah membahas tentang kebiasaan saya sehari-hari ini, maka saya pun berniat menuliskannya.

Jujur, saya sendiri tidak pernah merasa kidal itu suatu kelainan.  Saya bangga saja, tidak pernah minder tentang kekirian saya. Yang merasa kidal itu berbeda justru mereka yang dominasi menggunakan tangan kanan dalam beraktivitas.  Di rumah saya tidak menemui perlakuan beda jelas, tetapi tidak di sekolah.  Untung saja saya masih menulis dengan tangan kanan karena dibiasakan dari kecil, jadi ‘perlakuan’ yang berbeda ke saya agak menurun dibandingkan mereka yang tidak bisa menulis dengan tangan kanan.  Continue reading

Episode Pepe – Olly : Tangisan

Episode 1

Adik Olly akhirnya tiba di rumah.  Usianya tiga hari.  Pepe ternyata senang melihat makhluk kecil di kamarnya dan mulai memanggil,

“Dedekkk…”

Atau

“Olly…”

Tetapi dia menjadi gelagapan ketika mendengar Olly menangis,

Oaaaa… oaaaa… oaaa!!!”

Pepe menutup kedua kupingnya dan wajahnya mulai mengerut,

“Ughhh…  Dedek so really louddd…!” Continue reading

Terima Kasih, Pepe

Terima kasih
Karena Pepe sudah berusaha mendengar kata-kata Mama.

Terima kasih
Karena Mama selalu terhibur dengan kehadiranmu di samping Mama, tatkala Mama sedang repot menenangkan Dedek Olly.  Mama jadi tidak stress karena kamu.

Terima kasih
Karena Pepe tidak selalu rewel minta ditemani, dan membiarkan Mama istirahat sembari Pepe bermain di ranjang yang sama di tempat Mama memejamkan mata sejenak.

Terima kasih
Karena Pepe sekarang berinisiatif menjadi anak yang pandai semakin hari, seperti belajar mewarnai dengan rapih, dan yang lucu melihatmu berusaha membaca buku ceritamu sendiri padahal kamu belum bisa membaca.  Takjub rasanya melihat jarimu bergerak seiring huruf di bukumu sambil mulutmu berceloteh tentang kisah yang sudah kamu hafal di luar kepala.

Terima kasih
Untuk lagu-lagu yang sering kamu nyanyikan di rumah sehingga membuat Mama tersenyum. Continue reading

Hadiah Bulan Juli

Bulan Juli adalah bulan yang memiliki arti buat saya, karena di bulan itu dan tanggal 25, saya melangsungkan pernikahan.  Tahun ini sudah tujuh tahun usianya.

Di tahun ini kami mendapatkan hadiah di ulang tahun pernikahan ketujuh ini, yaitu lahirnya anak kedua kami : Oliver Aquilani Andre yang sudah keluar ke dunia pada tanggal 9 Juli 2011 pukul 16.30.

Tanda-tanda melahirkan sudah terjadi pada tanggal 8 Juli malam hari.  Mules sudah mulai intens, dan sudah terjadi flek.  Akhirnya tanggal 9 Juli dinihari saya menunggu pembukaan di rumah sakit.  Eh ternyata sampai siang jam 12.00 pembukaan belum maju-maju, tetap pembukaan 1.  Sementara dokter sudah wanti-wanti jika sudah 12 jam sejak flek terjadi tidak terjadi kemajuan yang berarti, besar kemungkinan saya harus dioperasi lagi agar tidak terjadi resiko rahim bekas operasi yang robek akibat desakan bayi yang tidak bisa maju-maju.  Maklum berat bayi pada minggu ke-39 naik drastis menjadi 3.2kg dari minggu ke-38 yang hanya 2.7kg.  Padahal berat Pepe waktu lahir pertama di-caecar 3.3kg, jadi agak sulit untuk bayi kedua untuk keluar karena beratnya nyaris sama (catatan : untuk lahir normal sesudah caecar, berat bayi harus lebih kecil daripada berat bayi terdahulu). Continue reading