Jul 27th

Kau Buatku Sempurna

Untuk kesekian kalinya surat kawin kami hendak kami bawa ke meja hijau.  Berbicara tentang siapa yang akan menggugat sungguh tidak mudah.  Pikiran berkecamuk antara kemarahan, kesedihan, serta khayalan hidup tanpa pendamping.  Aku memutuskan untuk tidak banyak berbicara lagi.  Hatiku sudah meluap dengan tekanan.

Sebelum memutuskan untuk berpisah, hati meluap dengan amarah dan kebencian karena tidak pernah merasa dihargai selama hidup bersama.  Hati selalu merasa sia-sia hidup dengan orang yang membuat aku sakit.  Aku tahu perasaannya juga demikian kepadaku.  Ya, harus diakui, semua adalah kesalahan bersama.  Kesalahan yang bukan dibenahi hingga tuntas malah melebar dan menghasilkan kesimpulan : kau dan aku lebih baik hidup berpisah untuk kebaikan hati masing-masing. Masalah anak?  Yang terpikir justru kalau kami bersama terus, anak akan menjadi korban kejelekan kami masing-masing.

Continue reading…

Jul 15th

Selamat Meraih Cita

Kami hanya berjarak satu tahun satu bulan, persis!

Sejak kecil kami banyak melakukan kegiatan bersama, karena kami memang hanya dua bersaudara. Bermain, belajar, ke sekolah, bergaul, pelayanan, sampai kegiatan-kegiatan di sekolah pun semua nyaris kami lakukan berbarengan karena memiliki minat yang hampir sama.

Kami mulai sedikit berjarak ketika SMA.  Ia yang memulai lebih dahulu untuk tak ingin lagi melakukan kegiatan berbarengan denganku.  Walaupun bingung pada awalnya, belakangan aku dapat memahaminya.  Akupun harus bersuka untuk diperlakukan seperti itu, karena aku tahu sebagai seorang pribadi, ia memiliki tujuan dan kenyamanan yang berbeda denganku.  Saat ia sudah tak nyaman dengan lingkungan kami bersama, ia memulai untuk mencari lingkungan yang nyaman untuknya. Continue reading…

Feb 10th

Harapan Itu Bagaikan Candu (Weekly Motiflection di Balik Layar -Bagian Kedua-)

Satu tahun bukan waktu yang lama. Tetapi bila dalam satu tahun itu hanya merenda penantian dengan beriman : Segala sesuatu akan indah pada waktunya, wah…! Semua pasti sudah pernah merasakan lima menit yang rasanya satu jam, satu jam yang rasanya sehari, sehari yang serasa sebulan, sebulan yang seperti setahun. Semua karena menunggu yang tidak pasti.

Satu tahun yang lalu ketika memulai tulisan weekly motiflection, saya masih di Surabaya. Pada masa itu apa yang saya rencanakan mental. Apa yang ditargetkan salah. Apa yang diharapkan meleset. Belum lagi rumah yang saya beli sendiri harus segera dijual karena saya sudah habis uang. Harga jual rumah juga kami beri discount 50% (rumah loh, bukan garage sale hehehe) dari harga yang awal kami tetapkan. Padahal rumah yang baru selesai dibangun ini kami rencanakan untuk tempati jika kontrakan sudah selesai. Lalu mobil yang sudah kami jual untuk modal juga masih belum balik. Akhirnya dengan sedikit sisa kami menyicil motor saja daripada harus berat ongkos kalau naik taxi ke mana-mana. Continue reading…

Feb 8th

Ketika Aku Menjadi Miskin (Weekly Motiflection di Balik Layar -Bagian Pertama-)

Ada beberapa macam tindakan manusia tatkala dia terjepit masalah, antara lain :

Panik

Buru-buru memberontak untuk terlepas. Hasilnya, malah ia semakin sakit akibat gerakannya tersebut. Ia kemungkinan lepas dari persoalan, tetapi mengalami trauma mendalam. Luka batin yang dahsyat. Bila menghadapi masalah yang sama, ia sudah mengalami ketakutan yang amat sangat.

Sabar

Sabar berusaha bergerak pelan-pelan, meringsek pelan dengan berbagai strategi. Hasilnya ia dapat terlepas tanpa mengalami banyak luka. Saat menghadapi masalah yang menjepitnya kembali, ia menyadari bila ia harus melatih otaknya dan kembali mengingat jalan keluar tatkala dulu ia terjepit adalah kesabaran yang merupakan kunci dari segala jalan keluar.

Putus asa

Putus asa, stress, depresi, kemudian mati terjepit (atau pakai acara bunuh diri)

======================================= Continue reading…

Feb 1st

Sinis (Sindiran Manis) : Kucari Sosok Pembagi 5 Roti dan 2 Ikan

dprdpr

(klik di gambar kalau mau melihat gambar yang lebih jelas)

Komentar :

Seharusnya syarat menjadi anggota DPR disamakan dengan syarat mencari karwayan : punya kendaraan sendiri, punya rumah sendiri, punya hp sendiri, punya laptop sendiri, biar enggak habis-habisin anggaran :p

Tulisan ini sebenarnya percuma untuk ditulis. Pertama, isinya hanya berupa curhat tak penting yang juga sering dicurhatkan oleh orang lain. Kedua, pesan yang tertulis pun tidak akan sampai kepada para pelaku. Ketiga, -kalaupun tulisan ini benar- tetap tidak berpengaruh apapun, mengingat para demonstran yang sudah mogok makan dan minum pun dicuekbebekin oleh para pelaku. Jadi? Ya, ini ditulis hanya atas nama kebebasan mengeluarkan pikiran saja. Continue reading…

Jan 12th

Mbak Sotoy 5 : Ngalor-ngidul dalam Mobil di Kota Jakarta

Beginilah kalau mau jalan-jalan di Jakarta, menuju suatu tempat saja perlu waktu panjang. Kalau di daerah lain jarak tempuh 15 menit sudah bisa ke mall yang rada jauh dari rumah, di Jakarta 15 menit hanya sampai di rumah saudara yang masih satu kompleks beda blok! Alhasil di mobil banyak terjadi percakapan, diskusi, cerita, dari yang serius sampai yang membuat tawa ria. Termasuk yang terlibat di dalamnya ya Mbak Sotoy. Percaya tidak percaya harus percaya kalau banyak obrolan lucu yang tercipta akibat saya dan suami secara tidak langsung terkesan ngerjain si Mbak.

Nasi Goreng Gila

Di mana-mana ada gerobak yang bertuliskan Nasi Goreng Gila di Jakarta, membuat Mbak jadi bingung. Walaupun sudah diberitahu kalau itu nasi goreng biasa yang isinya campur-campur (ayam, sosis, sayur, ikan asin, kadang ditambahin mie), tetap saja menurut dia aneh. Continue reading…

Jan 11th

Mbak Sotoy 4 (Masih Tetap Sotoy)

Mbak Sotoy, yang belum memaklumi bagaimana sotoynya dia mungkin harus memulai dari sini.  Walaupun sifat sotoynya sangat melekat, sebenarnya dia orang yang setia alias loyal. Meski ia selalu mengatakan nasibnya jelek, dijalanin saja tanpa mengeluh (tapi diganti dengan menyotoy hehehe…) seperti yang pernah saya ungkap di sini. Sebenarnya nama asli Mbak Sotoy ini keren juga, mirip nama pemain sinetron remaja yang lagi naik tangga (kalau naik daun itu ulat). Tetapi lebih baik demi melindungi privasinya, saya tetap menggunakan nama samarannya saja, Mbak Sotoy alias Mbak Sok Tahu. Julukan Mbak Sotoy masih saya anggap lebih mendekati realita daripada julukan tetangga-tetangga saya dulu si Surabaya yang memanggilnya dengan nama Manohara yang sudah pernah saya tulis di sini, padahal sebelumnya ia mengira Manohara adalah seorang pria (!!!) dan pernah saya kisahkan di sini

Itu sekilas perkenalan. Kalau mau lebih kenal, memang sebaiknya baca pendahuluan sebelumnya. Hanya menyarankan untuk baca saja sih, supaya tidak geleng-geleng kepala terlalu lama. Takutnya nanti kepala Anda copot, saya tidak bisa tanggung jawab hihihi…

Continue reading…

Dec 29th

Yang Tidak Biasanya (Natal 2009)

Malam Natal kemarin, ada sedikit kejadian yang tidak biasa. Malah tidak melebih-lebihkan bila saya katakan ada mujizat.

Pendek kisah, kami yang baru menempati rumah di Jakarta tidak dapat memarkir mobil di rumah yang kami kontrak ini. Tanjakan terlalu tajam, sehingga sedan tua kami (walaupun sudah dengan segala cara) tidak mampu menerobos hingga masuk ke dalam. Alhasil kami (saya dan suami) sepakat mencari tukang saja untuk men-dedel tanjakan tajam itu menjadi lebih landai. Continue reading…

Dec 28th

Pertemuan Spektakuler di Siang Itu (Antara FKA, Bang SPT, Mas KJ)

Saya (FKA = Femi Khirana Andre, identitasku yang tertulis di facebook)

Bang SPT (Saut Poltak Tambunan)

Mas KJ (Kurniawan Junaedhi)

Pertemuan awal setelah bersalaman, berkenalan, langsung saya memandang buku yang sudah saya pesan sebelumnya kepada kedua penulis dan penyair ini. Jadi sebelum saya mengumbar kisah pertemuan kami, saya memberanikan meresensi buku mereka yang ajaib itu dulu. Continue reading…

Dec 15th

Sejumput Harap untuk Putraku

tiup lilin

Kulihat belakangan ini bila Pepe sedang marah atau gemas, ia akan menggigit orang yang ada di dekatnya.  Jika orang tersebut menjauh, malah ada kemungkinan ia akan menggigit kaki atau tangannya sendiri.  Karena anak baru satu, jadi rasa lucu dan penasaran tetap mendera di pikiran.  Aku jadi bertanya-tanya kepada diri sendiri, dari mana ia belajar mengekspresikan marah dan gemas dengan menggigit? Continue reading…

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.