AVATAR 3D!

Akhirnyaaa…!

Nonton film di bioskop lagi, setelah tiga tahun absen. Sejak proses memiliki anak memang saya sudah jarang banget nonton film. Bukan hanya bioskop, termasuk DVD. Ketinggalan banyak film apik, tapi ya gak apa sih… Toh bisa dicari DVD-nya hehehe…

Jujur, saya yang senang film dan musik malah jarang ngomongin film dan musik di blog hehehe… Jadi sekarang ini tulisan perdana yang berhubungan dengan hobi saya itu. Tidak tanggung-tanggung, yang saya tonton adalah Avatar 3D! Ya syukurlah, akhirnya saya bisa melihat film box office sepanjang zaman itu. Jadi kalau ditanya apakah pernah nonton film terlaris di dunia, saya bisa jawab : PERNAH! Hahaha…! Continue reading

Antisipasi Menghindari Penyusup dalam Facebook

Facebook-ku di-hack!’

‘Aku perlu privasi di FB! Tidak sembarangan orang bisa jadi friend lists aku supaya tidak di-hack!’

Banyak yang mencampur adukkan antara privasi dalam online dan hacker. Padahal mereka adalah hal yang berbeda. Menjadi eksklusif bukan berarti Anda bebas dari hacker! Membuka diri di facebook juga bukan alamat pasti diganggu orang dan di-hack Continue reading

Satu Langkah untuk Update Status Semua Jejaring Sosial Anda

Artikel ini mungkin sudah termasuk basi bagi mereka yang sudah mengetahuinya. Tetapi ternyata masih banyak juga yang belum tahu (dan beberapa orang sering bertanya kepada saya). Jadi iseng-iseng saya coba berikan panduan yang sebenarnya bukan hal baru lagi di dunia internet. Semoga bermanfaat bagi mereka yang ingin menggunakannya.

Anda termasuk yang memiliki facebook, friendster, twitter, plurk, dan jejaring sosial lainnya? Ah… berarti Anda termasuk orang yang eksis di mana-mana ya hehehe… Atau juga banci networking, atau sosialita atau apalah! Ya, saya percaya memiliki komunitas sekarang ini penting! Bukan hanya pertemanan, bukan hanya tempat main game, tetapi juga salah satu tempat untuk tahu berita paling gress yang mengalahkan media-media massa sekarang.

Continue reading

Weekly Motiflection : Mental Juara

Setiap nonton bareng acara pertandingan bilyar skala internasional (di mana peserta Indonesia konon hanya dua yang sering terlibat di dalamnya) di televisi, suami saya selalu membuat pernyataan,

“Sebenarnya di Indonesia banyak banget yang jago bilyar.  Gak kalah dengan pemain profesional.  Malah mungkin lebih jago,”

“Tapi gak ada kesempatan buat ikut pertandingan ya?” aku menimpali dengan pertanyaan.

“Bukan… bukan kesempatan yang gak ada,” akhirnya ia kembali melanjutkan,

“Gak ada mental buat tanding sama sekali, gak ada mental juara.  Temenku si F tuh hebat loh!  Orang bisa dibuat sama sekali gak nyodok, gak ada yang bisa ngalahin.  Tapi kalau sudah disuruh tanding pakek taruhan duit, wehhh langsung keringet jagung semua yang keluar.  Tangan bisa jadi gemeteran terus.  Ya udah, akhirnya kalah,”

“Oh…  Nervous dong,” simpulku.

“Iya…  Padahal meja sama, stick sama, teman-teman yang nonton sama, tapi kalau sudah tanding, gak bisa keluar keahliannya.  Langsung ciut,” jelas suamiku lagi. Continue reading

Antara Prasa dan Drasa

Prasa yang konon perasaannya seringkali spontan, tergantung keadaan dan berubah-ubah seringnya malah gemas bila ada perubahan rencana.

Drasa yang konon terlihat kaku, tidak berekspresi, lamban bereaksi terhadap spontanitas seringnya malah tidak merasa keberatan bila menghadapi fleksibilitas waktu dan rencana.

Bagi Prasa, semua reaksi emosional itu adalah alami, bukan hal yang dibuat-buat, terungkap dengan sendirinya.  Menahan emosi adalah satu bentuk pelencengan untuk tidak menjadi diri sendiri.

Bagi Drasa, reaksi emosional adalah sesuatu yang tak perlu ditunjukkan kepada orang.  Saking seringnya berbicara dengan dirinya sendiri hingga dunia luar dirasa tidak perlu terlibat dengan perbincangan dalam hatinya.   Berbagi beban justru adalah beban yang terberat untuk dilakukan bagi Drasa. Continue reading

Pengalaman di Bengkel (Rekomendasi Bengkel di Surabaya)

Suami saya bilang kalau dia bukan tipe lelaki yang hobi nongkrong di bengkel.  Apalagi saya!   Jadi kami berdua ini paling bete kalau harus ke bengkel, walaupun kami termasuk orang yang rutin memperhatikan pemeliharaan kendaraan kami.

Yang membuat bete di bengkel itu jelas karena waktu ‘bengong’ yang terlalu lama sehingga menyebabkan kita ngantuk.  Mana kadangkala tempat duduk di bengkel seadanya, tidak ada bacaan, dan terkadang membeli minuman pun harus jalan kaki rada jauhan dari lokasi bengkel.

Dan yang paling menjengkelkan adalah bila kita mendatangi bengkel yang memberondongi kita dengan bobroknya kondisi kendaraan kita.  Setelah itu dapat ditebak, kita diminta ganti inilah, ganti itulah.  Dari yang hanya datang untuk ganti shock bisa nambah dengan ganti yang lainnya.  Bukan sepenuhnya salah mereka sih, salah kendaraan saya juga yang mungkin karena beli mobil second, otomatis banyak yang sudah harus diganti.  Tetapi bete kan rasanya kalau melihat orang bengkel yang bergaya bak dokter memvonis kendaraan kita mengalami penyakit kronis dan menyodorkan solusi dengan harga yang ‘ngetok’ dan bikin eneg hati. Huh… apa tidak ada cara lain yang lebih menghibur pasien yang aslinya sudah bete karena harus datang ke bengkel. Continue reading