Are You a Baby?

Kamu tuh sudah besar…!’ kata orang tua kepada anaknya kalau melihat anaknya bandel dan terkesan seperti anak kecil yang semua perlu dipaksa dan dibantu orang tua.

Tetapi kalau anak itu merasa sudah besar dan ingin berlaku seperti orang yang lebih besar darinya, maka : ‘Kamu tuh masih kecil…!

Lucu juga ya jadinya.  Sekejap anak bisa jadi besar dan kecil hahaha…  Seringkali kalimat seperti itu terngiang dan hendak dilontarkan dari mulut saya juga jika melihat anak pertama, Pepe mulai beraksi.  Tetapi saya seketika juga sadar kalau kalimat itu juga tidak kreatif karena terkesan old fashion dan hanya sekadar asal ucap untuk ngomel. Continue reading

Aku Presiden Gagal

Dulu zaman saya abege ada sosok boneka cantik nan lucu pintar menyanyi yang disuarakan oleh Ria Enes.  Ya… yang sezaman dengan saya pasti tahu namanya, Susan!  Lagu yang paling saya ingat dari si Susan kecil berlogat Jawa itu adalah Cita-citaku.  Nah waktu dia menyanyi dengan lengkingan lucunya pada bait : ‘cita-citaaaa… ingin jadi presidennn…’ sebenarnya sempat membuat saya salut sama anak-anak kecil yang kalau ditanya cita-citanya apa, jawabannya : presidennn!

Sejak kecil saya tidak pernah bercita-cita jadi presiden tuh…  Soalnya saya merasa itu bukan cita-cita yang normal alias ketinggian buat saya hahaha…  Saya lebih berani bercita-cita jadi biarawati deh daripada jadi presiden.  Kenapa?  Jadi presiden itu bagi saya ribet dan bukan posisi enak.  Pastinya tidak enak jadi orang nomor satu di mana-mana termasuk nomor satu paling sering disorot masyarakat.  Harus bisa mengayomi rakyat, harus bisa jadi teladan, harus bisa menahan tekanan dari lawan.  Apa enaknya kan?  Oh ya yang saya maksud itu jadi presiden Indonesia, bukan presiden direktur.  Kalau jadi presiden direktur sih sudah pernah, wong bikin usaha sendiri ya otomatis mengangkat diri jadi presiden dengan suara bulat.  Continue reading

Praktikum

Aku jarang menulis belakangan ini?  Sebenarnya jarang posting tulisan, bukan tidak menulis.  Aku masih menulis, tetapi hanya pendek-pendek saja.  Itu pun saya posting di social media jadi mungkin tidak terlihat jejak yang lebih jelas.

Tetapi jujur memang acara menulis dengan analisis dan perenungan yang panjang memang sedang tak produktif.  Mengapa?  Aku sedang dalam masa mempraktikan sendiri tulisan-tulisan yang sudah pernah aku pajang di blog manapun.  Ya, sebut saja lagi pratikum di laboratorium dunia semesta jagad raya ini. Continue reading

Oliver, 6 Bulan

Tak terasa, usianya sudah enam bulan pada tanggal 9 Januari tahun ini.  Tak terasanya bisa jadi karena saya sudah cukup menyantaikan pikiran dalam mengasuh bayi.  Tidak seperti waktu anak pertama, Pepe, yang terasa berat dari hal begadang, jadwal memberi susu, dan sebagainya.  Maka untuk si Oliver, sejak hamil pun saya sudah lebih tidak memusingkan macam-macam rutinitas.

Jika saat hamil Pepe saya selalu menghabiskan vitamin dari dokter, untuk si Oliver saya malah cenderung menghindari.  Hanya beberapa saja yang saya konsumsi, itu pun tidak rutin.  Saya ingin yang lebih alami saja, jadi makan makanan yang sehat sudah cukup membuat saya yakin jika janin tidak bermasalah.  Setiap periksa ke dokter dan di-USG pun tidak bermasalah, jadi saya tetap meneruskan perawatan kehamilan secara biasa saja, tanpa harus parno keharusan makan obat. Continue reading

Do You Still Love Facebook? Yes, I do!

credit photo : Connections within a social network (David Malan)

Aih… itu judul! Ya, kenyataannya begitu. Tahun 2012, tematik facebook dibuat menjadi formasi timeline. Bagi sebagian pengguna, seperti biasa mulai kasak kusuk gerah melihat perubahan lagi di wajah facebook. Kebetulan, sejak dulu saya tidak terlalu pusing dengan beberapa perubahan dari facebook. Ya, tinggal membiasakan diri saja. Jika ternyata facebook semakin mengorek-ngorek album lama, tulisan lama, status lama, atau menguntit apa yang kita lakukan pada facebook teman kita dianggap mengganggu ‘kan tinggal diatur saja menu privasinya. Saya selalu mengatur untuk menyembunyikan dan rajin menghapus recent activities saya di facebook, jadi akan sulit bagi orang untuk melihat saya sedang mengomentari siapa, atau lagi berteman dengan siapa. Kalau malu dengan posting-posting lama, ya tinggal dihapus saja. Gitu aja kok repot hehehe… Continue reading

Pepe, 4 Tahun

Apa makna ulang tahun bagi seorang balita?  Jawabannya tidak ada.  Makna itu jelas dirasakan oleh orang tuanya daripada anaknya sendiri.  Anak kecil memaknai ulang tahun dengan kado?  Ternyata salah, karena mereka pun sebenarnya tidak mengerti konsep kado di usia segitu.

Hal itu yang terjadi pada Pepe, ketika tanggal 14 Desember 2011 memasuki usianya yang ke-4.  Posting ini memang rada telat.  Maklum… waktu di depan monitor sudah amat sangat berkurang (dikarenakan Pepe sudah banyak menguasai laptop dan juga kalau mau menulis harus tunggu si kecil Olly tidur dengan nyaman hehe…).  Baiklah, kembali ke topik ulang tahun Pepe…!  Saya malah lebih memaknai waktu persiapan ulang tahunnya.  Temanya sudah pasti harus Thomas!  Sub tema : swadaya mama alias semua dikerjakan sendiri, tidak pakai order kue, order makanan, dan pesan-pesanan lainnya.

Tidak ada perayaan ulang tahun yang wah…  Acaranya juga berlangsung nyempil di sela pelajaran sekolah Pepe.  Sejatinya, saya sih mau buat acara yang bisa melibatkan murid-murid di sekolah Pepe, biar perayaan tidak hanya sekadar menyanyi, tiup lilin, kasih selamat, dan goody bags.  Namun nampaknya hal tersebut tidak memungkinkan.  Selain guru-gurunya sangat terbatas (berakibat akan sulit mengontrol anak-anak), saat itu memang sedang penuh kegiatan sehubungan acara akhir tahun jadi saya maklum bila konsentrasi mereka tidak bisa ke ulang tahun.  Walau begitu, saya cukup sibuk karena dari A sampai Z semua dikerjakan sendiri. Continue reading