Surat Terbuka untuk Prita
- Posted in Testimoni, kisah nyata, motivasi, refleksi
- Comments 7
Kau Sudah Menang, Prita
Prita Mulyasari, walaupun vonis sudah merambat menghantui hidupmu, tetapi bagiku kau tetap pemenang.
Prita Mulyasari, sejujurnya jarang ada orang biasa yang dapat merebut simpati lebih dari mereka yang pejabat. Dan kau adalah orangnya. Kejujuran, kesederhanaan, kepasrahan mencuri perhatian orang untuk simpati padamu. Jadi, bagiku, kau tetap pemenang.
Prita Mulyasari, biarlah keadilan semu bergerak. Namun, aku yakin keadilan mutlak milik Tuhan. Kutahu jika Tuhan sudah berlaku adil padamu melalui pendukung-pendukungmu. Kau pun melihat mereka yang pasang badan untukmu, mereka yang berdoa untukmu, mereka yang ingin menyumbangkan dana untukmu, mereka yang tetap antipati dengan lembaga yang menuntutmu. Jadi, kau sudah menang dari segala arogansi yang menekanmu.
Prita Mulyasari, aku bukanlah pendukung fanatik tinimbang rekan-rekan yang lain. Tetapi aku mau jujur, bila aku trenyuh melihat kebesaran hatimu. Hal itu kembali membuatku melihat bahwa kau bukanlah terpidana ataupun terdakwa, tetapi kau adalah pahlawan kejujuran. Kau buat aku teringat kembali bila jujur memang sakit, jujur memang mahal, jujur memanglah terus ingin diberantas bagi mereka yang mengagungkan strategi kelicikan.
Prita Mulyasari, melalui dirimu, kami bercermin, kami pun dapat memilih mana instansi yang terbaik untuk kami pakai. Melalui dirimu kami diperingatkan agar tetap tegar untuk berjuang atas nama kejujuran.
Jadi, Prita Mulyasari, buatku namamu tidak tercemar. Namamu harum merebak di seluruh pelosok Indonesia. Dan bagiku, itu tandanya kau adalah pemenang.
Terima kasih Prita Mulyasari, kiranya berkah yang sudah kau beri kepada jiwa-jiwa di Indonesia dibalas oleh Allah sepanjang umurmu.
Dariku yang selama ini diam, tetapi akhirnya tergerak untuk mengucapkan salut bagimu, hai pemenang.
Femi





Semoga Prita membacanya ya…
Menulis nama dr. Hengky dan dr grace dgn nama terang, dan agar2 berhati2 terhadap dokter ini!
Prita tidak JUJUR!
@xda: emang harus gitu biar kapok tuh dokter2nya..kalo gak mereka akan menindas terus orang2 yang lemah…lagi nunggu nih berita 2 dokter itu masuk bui…xixixixix..
@stef : terima kasih untuk sama-sama setuju