Champion League 10 Tahun yang Lalu

Ngetik posting ini sebenarnya sambil menunggu final Champion League nanti pagi (sekarang jam 11.47 tgl 27 Mei 2009) antara MU dan Barca.

Ahhhh… sudah berapa tahun ya saya tidak nonton Liga Champion secara intens??? Lima tahun ada kali, mungkin lebih… Catatan : saya penggemar tontonan sepak bola yang sudah lima tahun lebih tidak pernah mengikuti perkembangan sepak bola segila dulu. Gila? Saya sih bisa bilang gila karena dulu hampir setiap majalah dan tabloid olahraga saya beli ! Tukang koran langganan sampai bingung ada cewek yang (kadang) feminin tapi bacaannya Tabloid Bola, Tabloid Goal, Majalah Sport, dan beberapa majalah-majalah sport yang cere-cere pun saya embat (dulu lagi musim kebebasan pers, jadi jumlah majalah baru membengkak drastis) sampai tukang korannya juga yang nyimpenin tabloid Bola buat saya untuk jaga-jaga kalau kehabisan hahahaha… Di keluarga saya memang suka nonton acara olahraga, tapi tidak pernah ada yang memberitahu ke saya sistem penilaian persepakbolaan liga dunia selain hanya siapa yang goal-nya lebih banyak, tim itulah yang menang! Jadi saya tahu sistem point 3 dan 1 dalam putaran liga, terus peringkat berapa dalam klasemen yang bisa masuk liga Champion atau UEFA, dan lain-lainnya ya saya pelajari sendiri dari majalah-majalah tadi wekekeke… (ini mempermalukan diri sendiri atau bukan gak tahu deh hehehehe…)
  
Sedikit sedih sebenarnya kalau sekarang menonton final Champion tanpa mengikuti babak-babak sebelumnya (kondisi yang sama untuk Piala Eropa dan Piala Dunia) Tapi apa daya, kalau mau saya ikuti semuanya bisa jadi panda beneran matanya. Apalagi sudah ada batita di rumah, otomatis bisa gak tidur beneran. Kadang dibelain nonton pun malah udah ngantuk duluan, akhirnya juga ketiduran. Alhasil sekarang saya sudah tidak terlalu mengenal pemain-pemain brondong, angkatan saya tuh Maldini dkk yang udah pensiun.

Tapi paling tidak saya seseorang yang pernah merasakan bagaimana ajaibnya kejadian-kejadian di Champion League. Jadi kalaupun saya tidak bisa lagi mengikuti benar-benar dari awal setidaknya kalau melihat teman-teman ada yang senang ataupun misuh-misuh karena timnya kalah dengan skor ajaib, saya sudah maklum, memahami, ikut merasakan dan pernah mengalaminya hehehe… Mungkin yang tidak suka dengan bola khususnya di euphoria Liga Champion memang tidak bisa mengerti arti kata excited kalau nonton bola sambil teriak-teriak, sambil deg-degan, atau juga pasrah kalau timnya keok.

Dan dari sekian banyak final Liga Champion yang seru-seru itu, buat saya yang paling membekas adalah final 10 tahun lalu (saya juga baru ngeh waktu cek di Wikipedia, ya persis tahun 1999), antara MU dan Bayern. Itu pertama kalinya saya niat ngikutin liga-liga dari awal makanya mungkin berkesan ya (norak banget ya saya hehehe…) Buat saya pertandingan fenomenal yang pernah terjadi dalam salah satu sejarah sepak bola dunia. Bayangkan MU yang sudah nyaris kalah, bahkan sampai menit terakhir sudah dianggap kalah… ehhhhhhh… masih sempet-sempetnya Boss Fergie ganti pemain sampai dua personil (Teddy Sheringham dengan Ole Gunnar Solskjær) dan bisa membuat 2 goal di injury time berturut-turut yang mematahkan semangat Bayern yang sudah siap-siap merayakan kemenangan. Saya yang waktu itu nonton bersama adik saya pun sampai lompat-lompat dan lari-lari keliling ruang televisi waktu melihat kejadian itu karena memang kebetulan jagoin MU sih (catatan : MU bukan tim kesukaan saya sampai sekarang kekekeke… tapi pemain MU saya akui memang talented). Saat itu MU langsung mencatat Treble Winner sebagai Juara Liga, Pemenang FA Cup, dan Piala Champion tadi.

Saya ingat tatkala kemenangan MU-Bayern dengan skor 2-1 tersebut juga dibahas waktu kuliah. Ada teman saya yang malah sudah mikir dia menang taruhan, siap-siap masuk kamar buat tidur (ya iyalah.. tinggal sisa 2 menit doang udah mau habis). Barusan masuk kamar ehhhhhh… langsung mendengar teriakan goal-goal atas kemenangan MU, ya… jadi kalah taruhan juga deh hehehehe…

Sejak itu saya akhirnya juga merasakan aura Champion League ini memang sedikit berbeda dengan liga lainnya. Banyak kejadian ajaib yang bukan hanya terjadi di pertandingan MU-Bayern 10 tahun lalu itu, setahu saya Liverpool juga pernah mengalami kejadian yang sama, menang di saat-saat terakhir yang mengenaskan buat lawan. Anehnya lagi Liverpool pernah jadi juara Liga Champion tetapi prestasi di Liga Inggris hanya di papan tengah, satu hal yang ironis karena menyebabkan dilema tersendiri saat itu apakah Liverpool diperbolehkan ikut lagi Liga Champion pada tahun depannya karena secara peringkat di liga yang tidak masuk kategori peserta Liga Champion seperti tim sebelumnya. Akhirnya Liverpool pun tetap ikut Liga Champion akibat kemenangannya di Champion sudah cukup untuk meneruskan kiprah di UEFA Champion League itu lagi. Jadi dapat dikatakan Liverpool spesialis Champion tanpa harus menang atau minimal peringkat tiga di Liga Inggris dulu hehehehe…

Entah keajaiban apa lagi yang akan terjadi di Final Champion tahun ini. Setelah satu dasawarsa berlalu, kangen juga saya akan geliatan pemain bola nan cekatan menggocek bola ke gawang lawan. Sekarang baru jam 12.47 (pas satu jam ngetik postingan ini sambil chatting sama teman saya yang lagi ngerjain kerjaan kantor di rumah) dan masih ada sekitar satu setengah jam acara final akan dimulai. Kalau saya tidak ngantuk… mudah-mudahan bisa melihat sekelumit keajaiban lagi yang bisa membuat orang tak habis membicarakan dan mengenangnya.  

Kejadian lengkap pertandingan MU-Bayern di UEFA Champion League Final 1999 dapat dibaca di sini http://en.wikipedia.org/wiki/1999_UEFA_Champions_League_Final

8 thoughts on “Champion League 10 Tahun yang Lalu

  1. Hi Fem,
    aku inget betul final 99 itu!
    Waktu itu aku lagi gila-gilanya chatting via mIRC dan aku menikmati pertandingan finalnya sambil chatting di warnet langganan.

    Waktu MU hampir kalah aku udah males nonton dan sibuk chatting, eh tau-taunya menit-menit terakhir MU balas dendam…

    Sepertinya itu memang final paling dramatik.

    Makasih sudah mengingatkan, kadang dengan trigger sederhana begini aku jadi teringat tak hanya pada satu moment tapi banyak moment yang terjadi di sekitar moment sederhana itu…

  2. Moga-moga moment yang diingat yang menyenangkan ya :) Saya tetap nyerah, setelah satu setengah babak tetap aja gak bisa ngikutin lagi, nguaaannntukkkkkkkeeee puuuoooolllll :p

  3. Memang benar…Final Liga Champions 1999 itu benar-benar fenomenal…hampir sama dengan Final Liga Champions 2005…diatas kertas tim yang sedang unggul sudah dipastikan akan menjadi juara…Ehh bola itu bundar, ternyata yang juara malah yg sempat tertinggal.

  4. ini benar2 pertandingan final yang menarik, karena meskipun sudah unggul 1-0 tapi Barca tetap tampil atraktif & sportif, bukan lalu bertahan buat mempertahankan keunggulan…bravo buat Pep & El Barca
    Bambang Darmanto

  5. record juara bertahan belum terpecahkan…..
    treble winner milik BACELONA…. Barca… Barca…
    Bambang Yuswohadi

  6. Ralat. Record juara bertahan blm terpecahkan sejak ganti nama jd Liga Champions yg dlnya Piala Champion.
    Barca adalah tim KEDUA yg bs lolos dr keroyokan 3 club Inggris, AC Milan adalah yg pertama.

  7. Karena salah ngitung jam mulainya, justru baru bangun – atau tepatnya dibangunin – waktu udah menit ke-65. So cuman sempat nonton setengah jam tersisa. Tapi kalo dari sisa waktu itu, Barca memang pantas menang.

    Sedikit ralat – kalo gak salah meralatnya ya, soalnya aku juga udah gak ngikutin perkembangan kayak dulu – Maldini sekarang bukannya masih maen buat AC Milan? CMIIW.

  8. Maldini masih di AC Milan kok Hen, cuman dia kan sudah di set seharusnya pensiun dari dulu hehehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>