Are You a Baby?

Kamu tuh sudah besar…!’ kata orang tua kepada anaknya kalau melihat anaknya bandel dan terkesan seperti anak kecil yang semua perlu dipaksa dan dibantu orang tua.

Tetapi kalau anak itu merasa sudah besar dan ingin berlaku seperti orang yang lebih besar darinya, maka : ‘Kamu tuh masih kecil…!

Lucu juga ya jadinya.  Sekejap anak bisa jadi besar dan kecil hahaha…  Seringkali kalimat seperti itu terngiang dan hendak dilontarkan dari mulut saya juga jika melihat anak pertama, Pepe mulai beraksi.  Tetapi saya seketika juga sadar kalau kalimat itu juga tidak kreatif karena terkesan old fashion dan hanya sekadar asal ucap untuk ngomel.

Memang jadi orang tua itu profesi yang lucu dan menantang.  Menantang diri agar mencari cara yang tepat agar nasihat itu bukan sekadar lewat dan dicuekin.  Akhirnya lama-lama saya ketemu kalimat yang pas jika Pepe sedang berakting seperti Olly, adiknya yang masih bayi itu.  Apa tuh?

Jadi waktu ia mulai merengek tak jelas, makan jari (padahal sebelum punya adik ia tidak seperti itu) maka saya coba tegur seperti ini: ‘Are you a baby, Pepe?’ (Kamu tuh masih bayi ya?).  Heh… anehnya dia langsung ngeh dan merasa terusik, mungkin tersinggung ala anak kecil.  Seketika itu juga ia berhenti bertingkah dan menjawab tegas : ‘No…’  Memang benar kan dia bukan bayi lagi walaupun masih kecil.  Jadi berbeda dengan kalimat : ‘kamu tuh sudah besar jadi jangan kayak gituuuu’, padahal dia belum besar.   Karena tepat sasaran, ia pun merasa jika ia memang bukan bayi lagi dan tidak boleh seperti bayi tingkahnya.

 Nah… kalau dia merasa ‘sok’ besar bagaimana?  Terus terang belum pernah melihat dia meniru kelakuan orang dewasa.  Yang ada meniru kelakuan tokoh-tokoh kartun seperti melompat-lompat bagaikan mau terbang, head stand (padahal gak bisaaa, gayanya doang…), loncat dari satu tempat ke tempat lain dengan kepala yang mendarat di ranjang…!  Jadi?  Saya sudah coba menjelaskan jika yang dilihat di televisi tidak semua bisa ditiru, tetapi itu juga tidak nyangkut.  Buat dia definisinya tidak jelas.  Kalau saya jelaskan bahayanya berlaku demikian justru dia bisa menerima dan agak nurut walaupun masih terus loncat-loncat namun ia lebih berhati-hati.

Lucunya jika ia sudah terlalu banyak bergerak, shaking sana sini, saya kontani saja : ‘Are you crazy, Pepe?’  Pepe tertawa-tawa, seketika dia jawab : ‘Nooo… I’m not crazy…’ dan ia berhenti bergerak yang keterlaluan.  Tetapi juga ia beberapa kali menjawab : ‘Yesss… crazzzyyy…!’ dan ia mulai tertawa-tawa dan menggoyang-goyangkan kepala serta tubuhnya lagi sambil ngakak-ngakak .  Saya pun nyengir saja…

5 thoughts on “Are You a Baby?

  1. Hahaha tulisan yang lucu.. btw aku nemukan satu hal lain, anak ketika sudah tidak mau dicium, itu berarti minta dibuatin adik lagi hahaha

  2. @ donny parameter buat anak kok gitu ya… seru juga sih. femi.. menarik nih ceritanya. kata orang sih nih ya.. kalau anak anak belum mengerti artinya jangan. jadi kalau anak anak disuruh turun pada saat lagi naik naik.. kita pasti punya kebiasaan buat ngomong gini. Jangan naik naik…Nak.. itu ternyata mereka tidak mengerti malah biasanya tambah naik karena yang mereka ngerti adalah naik. jadi harus langsung digunakan kata Turun. begitu katanya.

    • kayaknya sih mereka ngerti tapi mereka merasa tidak ada resiko jadi tetap saja manjat-manjat, loncat-loncat. anakku sih ngerti aja dibilang jangan, malah dia bisa mengulang kata-kata kita. tapi sepertinya dia tahu mana yang kata mama tegas-tegas TIDAK BOLEH dan jangan yang masih bisa dilanggar. mereka cukup pintar mengkategorikan mana yang bahaya (misalnya listrik, kompor, api) dan mana yang masih bisa mereka lakukan tetapi harus hati-hati. jadi kalau disuruh turun, tetap aja nanti naik-naik lagi selama dia merasa bisa hati-hati hehehe… selama ini yg kuperhatikan dari anak-anak kecil sih gitu ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>