Oliver, 6 Bulan

Tak terasa, usianya sudah enam bulan pada tanggal 9 Januari tahun ini.  Tak terasanya bisa jadi karena saya sudah cukup menyantaikan pikiran dalam mengasuh bayi.  Tidak seperti waktu anak pertama, Pepe, yang terasa berat dari hal begadang, jadwal memberi susu, dan sebagainya.  Maka untuk si Oliver, sejak hamil pun saya sudah lebih tidak memusingkan macam-macam rutinitas.

Jika saat hamil Pepe saya selalu menghabiskan vitamin dari dokter, untuk si Oliver saya malah cenderung menghindari.  Hanya beberapa saja yang saya konsumsi, itu pun tidak rutin.  Saya ingin yang lebih alami saja, jadi makan makanan yang sehat sudah cukup membuat saya yakin jika janin tidak bermasalah.  Setiap periksa ke dokter dan di-USG pun tidak bermasalah, jadi saya tetap meneruskan perawatan kehamilan secara biasa saja, tanpa harus parno keharusan makan obat.

Begitu juga semenjak lahir saya sudah siap tidur sepotong-sepotong untuk memberi susu. Dibawa santai saja karena sudah pernah mengalami bagaimana kondisi saat anak pertama. Kebetulan pasca operasi untuk kelahiran kedua ini sakitnya tidak seberapa dibandingkan yang pertama, jadi sebelum satu bulan pun saya sudah melakukan aktifitas termasuk sekali-sekali mengantar dan menemani Pepe sekolah.

Walaupun kala hamil saya tidak banyak mengkonsumsi obat-obatan yang notabene adalah vitamin pendukung perkembangan otak dan janin tetapi puji Tuhan karena Oliver tetap sehat dan sama cerdasnya dengan Pepe dalam merespon sesuatu.  Sebagai anak kedua, Oliver lebih responsif dengan situasi karena di rumah sudah banyak barang-barang yang menarik perhatiannya.  Beda dengan Pepe yang dulu masih bayi belum ada banyak mainan dan sengaja dibuat minim perabot agar kondisi bayi aman ketika bereksplorasi.  Sementara Oliver, di usia ini sudah ingin ikutan tertawa lebar ketika melihat bola yang dilempar-lempar (oleh Pepe), menginjak mainan yang tercecer saat berjalan dengan baby walker, melihat mainan yang bisa bergerak, ya… asyik juga jadi adik hehehe…

Mengenai imunisasi pun untuk Oliver sudah tidak mengikuti jadwal tabel yang biasa diberikan kepada anak balita.  Kebetulan era kelahiran Oliver adalah era di mana tren imunisasi sudah tidak menjadi isu kesehatan yang ‘kudu’ dilakoni.  Kecanggihan obat-obatan dan deteksi dini di zaman sekarang ternyata lebih dipercaya tinimbang harus memasukkan virus atau bakteri mati ke dalam tubuh sebagai alasan kekebalan tubuh.

Jika dulu Pepe cukup mandiri saat bayi maka Oliver pun saya perlakukan agar bisa seperti itu.  Malah untuk Oliver sejak dini sudah saya biasakan untuk lebih diawasi dari jauh karena kesibukan saya yang bekerja dan juga tetap harus membantu kegiatan Pepe.  Jadi kadang saya mau tidak mau membiarkan botol susu diletakkan di tubuhnya dan diapit guling agar tidak jatuh saat diminum ketika tiba-tiba saya harus melakukan sesuatu.  Hasilnya, motorik Oliver untuk memegang sesuatu dan menggapai barang jadi cepat berkembang.  Belum 6 bulan pun ia sudah terbiasa memegang botol susu sendiri.  Dia pun sudah bisa tidur sendiri (jika sudah ngantuk berat) di atas ranjang tanpa harus digendong ke sana ke sini.  Jika memang harus diayun di kereta atau digendong pun tidak perlu berlama-lama.  Jangkauannya saat tengkurap pun sudah cukup jauh.  Pokoknya dalam perkembangan motorik, Oliver sangat baik akibat dibuat mandiri hehehe…

Memang terkadang saya juga pasti diserang kelelahan yang menyebabkan emosi naik, tetapi saya tetap punya waktu yang cukup buat beristirahat.  Waktu istirahat yang cukup setidaknya membuat emosi jadi stabil.  Usia Pepe yang sudah cukup di saat memiliki adik dan kemandiriannya juga membuat saya masih bisa multi-tasking dengan istirahat yang baik.

Teruslah bertumbuh, Oliver.  Kami bangga dan bersyukur pada-Nya karena memilikimu.

4 thoughts on “Oliver, 6 Bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>