Do You Still Love Facebook? Yes, I do!

credit photo : Connections within a social network (David Malan)

Aih… itu judul! Ya, kenyataannya begitu. Tahun 2012, tematik facebook dibuat menjadi formasi timeline. Bagi sebagian pengguna, seperti biasa mulai kasak kusuk gerah melihat perubahan lagi di wajah facebook. Kebetulan, sejak dulu saya tidak terlalu pusing dengan beberapa perubahan dari facebook. Ya, tinggal membiasakan diri saja. Jika ternyata facebook semakin mengorek-ngorek album lama, tulisan lama, status lama, atau menguntit apa yang kita lakukan pada facebook teman kita dianggap mengganggu ‘kan tinggal diatur saja menu privasinya. Saya selalu mengatur untuk menyembunyikan dan rajin menghapus recent activities saya di facebook, jadi akan sulit bagi orang untuk melihat saya sedang mengomentari siapa, atau lagi berteman dengan siapa. Kalau malu dengan posting-posting lama, ya tinggal dihapus saja. Gitu aja kok repot hehehe…

Walau banyak yang mengeluh tentang perubahan wajah facebook, tetapi ternyata pengguna facebook tetap bertambah. Saya malah merasa justru facebook memang harus terus berubah dan berdandan agar tidak bernasib seperti Friendster yang pelopor sosial media tetapi karena kestabilan tampilan dan fitur malah semakin ditinggalkan dan akhirnya tutup.  Bisnis di internet justru meredup bila terlalu stabil penampilannya, dianggap membosankan dan tak banyak kejutan. Walau memang kejutan perkembangan pun tetap mengundang pro dan kontra, tetapi inilah yang membuat sosial media satu ini tetap eksis di tengah berbagai gosip.  Perkembangan dari sebagai situs pertemanan hingga sekarang dapat digunakan sebagai aplikasi bisnis adalah perkembangan yang sangat menarik. Mungkin tidak menarik bagi mereka yang hanya ingin menggunakan facebook sebagai alat berkomunikasi dengan teman, tetapi perubahan itu amat menarik bagi mereka yang menggunakan facebook sebagai penguat komunitas atau aplikasi perusahaan.

Memang yang pergi dari jagad per-fesbuk-an juga banyak, tetapi yang masuk pun juga banyak. Persentase pertambahan pengguna memang menurun, ya… itu sih tinggal tunggu waktu lagi. Setiap bisnis memang ada siklus penurunan untuk menunggu pemakai internet baru lagi. Semakin mewabah internet ke pelosok negara, maka semakin meleklah orang untuk bersosialisasi di dunia maya. Bersosialisasi di dunia maya? Haruskah? Logikanya, jika kita adalah pengguna internet maka jangan lupa dengan kata inter pada internet itu sendiri. Namanya juga sudah inter (bahasa Indonesia : antar), ya tentu saja masuk internet berarti berhubungan dengan mereka yang juga ada di internet. Kalau tidak mau, ya sana main game dan menulis di PC sendiri saja…

Tetapi bagi yang parno dengan sosialisasi di dunia maya tidak perlu khawatir, karena memang jenis sosialisasi di internet itu sendiri terdiri dari banyak macam. Jika Anda termasuk yang enggan menerima pertemanan dari luar ya tidak perlu menerima ajakan pertemanan dari orang yang tidak Anda kenal, termasuk yang memiliki ‘mutual friend’ dengan teman Anda sekalipun. Jika Anda tidak suka penjual-penjual agresif bak kaki lima masuk di wilayah facebook Anda ya tinggal dihapus. Kalau sungkan menghapus karena yang jualan adalah teman Anda sendiri ya tinggal disembunyikan saja di halaman Anda. Jadi tidak perlu frustasi atau ngedumel sendiri dengan fasilitas facebook atau aplikasi lainnya di dunia maya. Fasilitas itu dapat Anda atur sendiri sesuai dengan keinginan. Beres kan???

Lalu, apa yang membuat saya masih cinta facebook? Bukannya saya bisa eksis dengan blog? Jawabannya saya bisa eksis di keduanya karena facebook dan blog memiliki karakteristik yang berbeda. Hubungannya adalah, di zaman ini tidak banyak orang akan tahu bila saya eksis blogging jika saya tidak ber-facebook. Jadi, facebook selain menjadi ajang pertemanan, facebook pun menjadi ajang berkomunitas bagi saya. Harus eksiskah tujuannya? Antara ya dan tidak, tetapi bagi saya jawabannya iya. Terserah orang mau bilang pamer tulisan, pamer foto dan sebagainya, tetapi saya perlu wadah untuk saling berbagi sebuah nilai yang lebih daripada uang. Nah…membaca tulisan teman-teman yang suka menulis, melihat foto-foto teman-teman yang suka fotografi, berbagi cerita tentang keluarga dan cara mengatasi masalah pribadi atau keluarga, berbagi tautan berita yang penting tanpa harus repot masuk situs berita lagi, melihat karya masakan atau jualan teman-teman yang saya kenal itu semua SANGAT menginspirasi pikiran saya. Banyak hal yang bisa saya peroleh untuk menyegarkan pikiran dan batin. Memperkaya ilmu tanpa harus kesulitan mendapatkannya.

Kalau sudah begitu, jelas saya pun harus berbagi untuk mereka yang sudah menginspirasi saya, maka saya pun masih tetap berusaha untuk eksis posting. Facebook cukup membantu saya untuk mini blogging sementara waktu menulis dengan serius di blog saya masih terbatas. Jadi saya tetap dapat berbagi banyak hal. Bagi yang menggunakan facebook dengan privasi ketat tentunya tidak bisa merasakan hal ini. Mereka yang menggunakan facebook sebagai ajang komunitas (baik dari komunitas kecil, komunitas serius, sampai komunitas permainan online) adalah mereka yang rela sedikit membuka diri agar tidak menjadi pengguna pasif. Tentu bukan dengan alasan pamer, tetapi niat saling berbagi dengan gratis. Wadah berkomunitas yang timbal balik ini yang membuat saya betah dengan facebook (tinimbang twitter, tetapi ini selera pribadi ya…) dan masih tetap mencintainya. Kelihatannya teman-teman saya di facebook yang juga masih tetap cinta dan eksis dengan facebook memiliki tujuan dan pengalaman yang sama, yaitu : SALING MENGINSPIRASI!

Jadi, do you still love meeh… facebook :)

4 thoughts on “Do You Still Love Facebook? Yes, I do!

  1. Suka dengan tulisan mengenai Facebook ini.
    Buat saya pribadi facebook adalah tempat saya menaruh para contact saya disana.
    Dulu di phone book sekarang di Facebook… Kalau mau cari teman lama tinggal buka facebook. Langsung kontak ketemu deh.

    Facebook memang sudah banyak melakukan perbaikan. apalagi sekarang saingannya sekelas google++ juga sudah mulai banyak yang menggunakan. Saya juga salah satu pengguna google +.. Menarik juga. Sudah pernah coba?

    Oh ya Selamat tahun baru Fem…

  2. saya masih sangat menyukai facebook bahkan ketimbang twitter karena masih ada pula teman-teman yang menyukainya termasuk kamu dan Applaus, komentator di atasku yang juga adalah teman satu asrama di Jogja dulu :)

    Apalagi setelah pake istilah timeline, makin suka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>