Apa makna ulang tahun bagi seorang balita? Jawabannya tidak ada. Makna itu jelas dirasakan oleh orang tuanya daripada anaknya sendiri. Anak kecil memaknai ulang tahun dengan kado? Ternyata salah, karena mereka pun sebenarnya tidak mengerti konsep kado di usia segitu.
Hal itu yang terjadi pada Pepe, ketika tanggal 14 Desember 2011 memasuki usianya yang ke-4. Posting ini memang rada telat. Maklum… waktu di depan monitor sudah amat sangat berkurang (dikarenakan Pepe sudah banyak menguasai laptop dan juga kalau mau menulis harus tunggu si kecil Olly tidur dengan nyaman hehe…). Baiklah, kembali ke topik ulang tahun Pepe…! Saya malah lebih memaknai waktu persiapan ulang tahunnya. Temanya sudah pasti harus Thomas! Sub tema : swadaya mama alias semua dikerjakan sendiri, tidak pakai order kue, order makanan, dan pesan-pesanan lainnya.
Tidak ada perayaan ulang tahun yang wah… Acaranya juga berlangsung nyempil di sela pelajaran sekolah Pepe. Sejatinya, saya sih mau buat acara yang bisa melibatkan murid-murid di sekolah Pepe, biar perayaan tidak hanya sekadar menyanyi, tiup lilin, kasih selamat, dan goody bags. Namun nampaknya hal tersebut tidak memungkinkan. Selain guru-gurunya sangat terbatas (berakibat akan sulit mengontrol anak-anak), saat itu memang sedang penuh kegiatan sehubungan acara akhir tahun jadi saya maklum bila konsentrasi mereka tidak bisa ke ulang tahun. Walau begitu, saya cukup sibuk karena dari A sampai Z semua dikerjakan sendiri.
Ya, gitu deh kalau semua niatnya mau dari karya sendiri, maklum pengetatan budget. Jadi dari undangan, ya disain sendiri dan nge-print sendiri. Goody bags yang harusnya tas backpack murah meriah tapi keren yang sudah saya pesan khusus tidak bisa dikirim tepat waktu, jadi saya batalkan. Agak dongkol karena sudah saya rancang sedemikian rupa dari warna hingga gambar sablonan. Mau tidak mau karena sudah 1 hari sebelum hari ulang tahun, saya akhirnya pakai gift box jadi yang biasa orang pakai untuk mengisi snack ulang tahun. Untung saja stok untuk gambar Thomas and Friends masih ada, jadi segera saya pesan dan minta tolong untuk segera diantarkan hari itu juga.
Saya juga menghias kue ulang tahun sendiri. Main PD aja. Bolunya sih beli jadi karena tidak punya waktu lagi buat bikin sendiri. Yang penting memang hiasannya, karena Pepe sudah menunggu terus Thomas cake yang saya janjikan akan dia dapat ketika dia ulang tahun. Pepe tidak tahu kapan dia ulang tahun, jadi sebagai seorang anak kecil, ia hanya bisa menunggu dan terus meminta sampai memang hari itu tiba. Memang sih bisa pesan sama yang sudah jago dekor kue ultah Thomas, tapi entahlah saya kok ya ngotot pengin kerjain sendiri juga. Padahal hasilnya… waduhhh… tidak semudah yang dikira. Walau saya sudah latihan dengan ukuran kue kecil, ternyata kue yang betulan ini tidak bisa disamakan dengan kue latihan. Icing sugar-nya pecahlah, bolong-bolonglah. Mau diulang sudah tidak mungkin. Jadi ya apa adanya saja. Untung ada beli butter cream yang sedikit menyelamatkan untuk menghias sisa kue yang belum tertutup sempurna. Itu juga asal oles, karena saya sudah cuaaapekkk…! Pepe yang sudah ikutan melihat proses hias dan ikut menunggu saja tidak tahan dan saya ditinggal tidur. Tapi keesokan harinya, pagi-pagi buta Pepe kegirangan melihat kue ulang tahun Thomas. Walaupun peot dan jelek tapi saya terhibur karena dia senang dan melarang untuk dimakan Thomas-nya. Tetapi akhirnya kue itu tidak saya bawa ke sekolah soalnya saya yang malu hehehe… Maklum teman-teman Pepe yang lain dulu kue ultah Thomas-nya keren-keren banget dehhh…! Biarlah orang rumah saja yang menikmati hihihi…
Pengganti kue ultah di sekolah akhirnya tumpeng yang berbentuk Thomas. Walau sudah saya rencanakan tetap saja tidak bisa selesai tepat waktu. Jadi waktu membuat tumpeng hanya 15 menit!!! Itu pun bahannya masih sangat sedikit, tidak sesuai dengan sketsa yang saya inginkan. Ya… apa adanya aja… Wong memang niatnya sederhana aja. Cetak sana sini, pasang pasang sana sini, jadi!

Walaupun tidak ada kue ultah untuk ditiup, tetapi ada tumpeng. Pepe tidak merasa janggal, malah senang. Antik sendiri soalnya teman-teman lainnya di sekolahan memang pakai kue ultah untuk tiup lilin
Makanan yang di dalam gift ultah juga semua beli sendiri, dan untuk acara masuk-masukin ke plastik dan kotak makanan kecil dibantu oleh mbak di rumah. Nasi kuning kotakan porsi anak-anak juga masak sendiri (kalau ini sih harus, masak nyediain kotakan buat orang, tapi buat sendiri pesan sama orang? Lucu kan hehehe…) dan dikemas sendiri, ini juga kerja duet dengan mbak di rumah. Syukurlah walaupun semua kerja ngebut, tapi katanya makanan nasi kuning plus ayam bakarnya enak
.
Acara di sekolah berlangsung singkat saja. Nyanyi, mengucapkan selamat, dan kasih kado. Kembali ke pembahasan alinea pertama tadi, Pepe yang ulang tahun pun tidak ngeh dengan kado. Walaupun dia tahu ulang tahun itu ada kado, tetapi dalam benaknya tidak terpikirkan bila teman-temannya memberi untuknya. Ia memang mengucapkan ‘thank you’ tetapi ketika pulang kado-kado yang sudah saya bereskan untuk dibawa pulang tidak dianggap. Ia sempat ngotot tidak mau pulang dulu karena masih ingin bermain. Ketika saya beritahu bila ia punya acara buka kado di rumah, barulah ia sadar jika semua itu bisa dibawa pulang.
Tentu saja dia senang bukan main. Tetapi jujur, mamanya lebih senang karena tidak perlu banyak beli mainan lagi. Secara pribadi, saya yang bersyukur dan sangat berterima kasih karena banyak orang tua murid yang rela memberikan hadiah kepada Pepe walaupun mereka hanya kenal Pepe begitu-begitu saja.
Jadi, kesimpulannya saya yang lebih menikmati kehebohan ulang tahun anak kecil saya. Walau hanya sehari, tetapi proses untuk menuju 4 tahun tidak pernah terlupakan. Bersyukur untuk perkembangannya yang pesat dan berharap untuk bisa menjadi orang tua yang baik baginya adalah yang terpenting yang diwakili oleh tiupan lilin dari mulut seorang Pepe. I’m not perfect as a Mom, but my love for you is so perfect, son…



Selamat ulang tahun ya, Pepe..
Semoga makin kreatif aja..
makasih ya, Om hehehe…
Nice story… pasti naik turun nih emosinya pada saat persiapannya…
salam buat pepe.. selamat ulang tahun ya…
makasih ya
emosi saat persiapan sih aman terkendali. mungkin karena udah ribet, sibuk, dan buru-buru hehehe…
Pepe, selamat ulang tahun ya… Makin besar dan makin disayang Tuhan!
makasih ya, oom