Bandungan dan Bandengan

Libur Natal baru dimulai, tetapi bagiku liburan dalam arti jalan-jalan sudah selesai.  Aku dan keluargaku memang sudah memulai liburan sejak tanggal 17 Desember dan tiba di Jakarta kembali tanggal 23 Desember.

Kuberi catatan pada liburan ini karena liburan tahun ini adalah liburan yang paling minim ‘me time’ bagiku sendiri.  Jika dulu yang namanya liburan berarti hanya tidur, makan, jalan dengan porsi tidur paling banyak, namun kali ini sudah tidak bisa begitu.  Memboyong satu keluarga, walaupun hanya beranggotakan empat orang tetapi karena yang satu masih bayi alhasil aku lebih menikmati untuk menjaga anak mungil itu.

Dimulai dari perjalanan awal dari Jakarta menuju Semarang dengan kereta api.  Jadwal keberangkatan tepat pada pukul 16.45 sehingga Pepe masih sempat melihat pemandangan di sekitar stasiun dan di luar jendela kereta.  Dia sangat menikmati transportasi yang baru pertama kali ia naiki saat itu.  Sebagai ‘Thomas and Friends’ freaks, tak sulit menjelaskan semua hal yang ia lihat. 

Si kecil, Olly yang baru pertama kali menjalani perjalanan jauh memang sedikit rewel tatkala hendak tidur.  Mencari posisi enak dan nyaman di gendongan di tengah perjalanan memang sulit baginya.  Tetapi dengan segala usaha akhirnya ia tidur juga.

Tiba di Semarang sudah tengah malam dan kami langsung meluncur ke rumah saudara yang sudah biasa menjadi basis ngumpul-ngumpul saudara dari Jakarta dan Surabaya.  Istirahat dilanjutkan dan esok harinya kami menunggu saudara-saudara dari Surabaya yang tiba di Semarang.

Pepe mengira perjalanannya hanya sampai di Semarang dan bertemu dengan saudara sepupunya saja.  Setelah bosan karena ia juga hanya sendirian saja dengan dua anjing peliharaan (maklum sepupunya yang di Semarang relatif sudah besar), ia pun berniat ingin pulang. Ia mengucapkannya dengan pelan karena ia juga tak yakin ingin pulang. Sepertinya ia kangen dengan mainan-mainannya di rumah.  Tetapi setelah diberitahu jika esok hari akan pergi ke pantai, ia pun mengangguk untuk menunggu sampai besok.  Benar saja, sore hari setelah semua saudara sepupu berkumpul, ia kembali ceria.

Tanggal 19 Desember sampai tanggal 21 Desember akhirnya kami semua menginap di Pantai Bandengan, Jepara.  Pepe bermain pasir dan berenang sepuasnya, Papa bermain di pantai dan menemani Pepe, aku menjaga Olly yang juga menikmati keramaian penghuni di kamar hotelnya.  Tugas menjaga Olly cukup ringan karena ia tidak terlalu rewel dan banyak pasukan alias handai taulan yang sigap  gantian acara gendong-menggendong.

Tanggal 21 Desember sore kami sambung perjalanan ke Bandungan yang dingin.  Hanya satu hari karena tanggal 23 Desember kami sudah harus pulang ke Jakarta.  Setelah dari Bandungan, kami kembali ke Semarang.  Bersiap-siap untuk keberangkatan pulang esok hari yang dimulai dari pukul 05.30.  Pepe pun tampaknya sudah rindu mainannya dan mengatakan kepada kami,

“I want to go home…”

Lucu juga mendengar kalimat itu dari Pepe, karena kami menyangka akan kesulitan untuk mengajaknya pulang setelah ia bersenang-senang beberapa hari kemarin.  Rupanya anak kecil juga ngerti kalimat : home sweet home hehehe…

Tanggal 23 Desember, kami pun pulang naik kereta api lagi.  Sesampainya di stasiun Gambir dan ketika ingin naik taxi, Pepe pun berkata,

“Papa, I want Diesel 10 toy…”

Loh… dikira kita masih acara jalan-jalan kali ya?  Padahal sudah mau pulang.  Ketika di dalam taxi dan Papanya mengatakan,

“Ke Citra Garden, Pak.”

No, I don’t want go to the garden…” sahut Pepe pelan.

Setelah kami jelaskan jika Citra Garden adalah alamat rumah kita, ia pun akhirnya mengerti jika ia betulan sudah bisa pulang ke rumah dan kembali bermain dengan Thomas tentunya…  Hahaha…

Walaupun mengalami ‘me time’ yang begitu singkat, tetapi aku bersyukur masih bisa menyempatkan diri untuk bisa menghasilkan sesuatu.  Kamera pun beraksi jika ada waktu walaupun hanya berkisar 15-20 menit.  Dari gambar silakan melihat sendiri alam yang kusaksikan di Bandengan dan Bandungan.

Main Pasir (lokasi : Pantai Bandengan, Jepara)

Dengan salah satu sepupu (lokasi Bandengan)

Debur ombak (lokasi : Bandengan)

Tanaman (lokasi : Bandengan)

Flower or Spider ? (lokasi : Bandengan)

Ukiran tak jelas (lokasi : Bandengan)

Jemuranku. Baju yang dipakai di pantai ya hanya ini saja. Sudah basah, keringkan lagi dan dipakai lagi. Walau 4 orang yang jalan-jalan, tetapi backpack yang dibawa hanya 2 tuh :) Sudah terlatih packing baju sejak dulu kala, jadi jalan-jalan gak pernah bawa gerbong =))

Mama (Mertua)

 

Nyantai ahhh (lokasi : Bandengan)

Philippe Aquilani Andre

Oliver Aquilani Andre. Walau hanya bisa tiduran, duduk, dan digendong di kamar tetapi tetap menikmati :)

Di balik pohon. Lokasi di Green Valley, Bandungan. Tidak banyak yang bisa diabadikan di sini, karena waktu singkat dan aku sendiri tidak bisa jalan-jalan ke area permainan. Tetapi bermain dengan editing cukup menghibur juga hehehe...

Rimbun (lokasi : Bandungan). Pohon di depan kamar

 

2 thoughts on “Bandungan dan Bandengan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>