Sinis (Sindiran Manis) : Manusia (Itu) Sempurna

Banyak sih yang selalu bilang,

“Manusia itu kan ndak sempurna.”

Entah itu kalimat penghiburan, atau kalimat penyangkalan.

Ya, kalau manusia sempurna memang tidak bakal ada acara pengampunan dosa deh…

Kesannya Tuhan malah jadi tempat buat cuci dosa akibat stempel : ketidaksempurnaan manusia.  Yang lebih ekstrim lagi manusia yang tidak sempurna ngambek kalau merasa God is not perfect in their minds.

Tapi pasti ada yang pernah berpikir dengan cara yang berbeda tentang alasan ketidaksempurnaan itu.  Entah itu pemikiran yang menghibur, atau pemikiran yang menyangkal.  Yaitu pemikiran seperti ini,

“Manusia itu tidak sempurna, tapi manusia adalah milik Empunya yang Sempurna.  Adalah baik untuk berusaha sempurna meniru Penciptanya.”

Jadi fungsi Tuhan bukan sekadar tempat pengampunan dosa kan?  Beliau juga sosok untuk ditiru, berdiskusi, mungkin malah berdebat, tinimbang tempat curhat dan tempat omelan semata.

Bertindaklah ala sifat Pencipta kita, ekstrimkah?  Kembali lagi kepada penerimaan diri kita di mata dan hati kita masing-masing : aku bukan orang sempurna atau aku berusaha untuk sempurna.  Capek?  Tidak sempurna dan berusaha sempurna sama-sama memiliki tingkat keletihan yang sama.  Tapi yang jelas hasil akhir dari kedua penerimaan diri itu berbeda.

Bertindaklah ala sifat Pencipta kita, mampukah?  Sama seperti kalimat di atas, kembali kepada penerimaan diri di mata dan hati kita masing-masing.  Kalau kita selalu bersandar kepada ketidaksempurnaan diri kita, tentu tidak mampu.  Wong kekuatan diri memang ndak sempurna, gimana bisa bertindak sempurna?  Tetapi kalau kita selalu bersandar kepada usaha untuk menjadi sempurna, maka Pemilik tubuh kita ini akan memampukan kemanusiaan kita untuk menjadi sempurna.

Bertindaklah ala sifat Pencipta kita, relakah?  Karena ketidaksempurnaan manusia memang cenderung tidak rela untuk jadi sempurna.  Benarkah?

4 thoughts on “Sinis (Sindiran Manis) : Manusia (Itu) Sempurna

  1. halo..berkunjung lagi nih, setelah sekian lama :D , betul Fem..Manusia memang tidak sempurna namun milik dari Yang Sempurna. Maka dari itu manusia harusnya tidak terus menyerah pada ketidaksempurnaannya.

  2. Manusia memang harus tak sempurna supaya kita mau terus belajar menggapai kesempurnaan yang selalu kita kenakan kepada sosok Tuhan :)

    Jadi, benarkah Tuhan sempurna? *eh :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>