Noters atau Bloggers dalam Tempurung

Sebelum facebook merebak, posting-an pribadi melalui media internet disalurkan melalui blog.  Blogging, yaitu kegiatan menulis yang bersifat personal di blog.  Bloggers adalah mereka si penulis blog yang beberapa di antaranya juga jadi terkenal.  Penerbit buku pun tidak mau kalah bersaing merangkul blogger untuk menelurkan buku-buku.

Komunitas blogger tidak bisa dianggap enteng karena cukup banyak blogger yang memiliki kemampuan menulis di atas rata-rata.  Blogger pemula rata-rata memang masih sangat mentah dalam usaha posting tulisan dan malas untuk merawat blog-nya.  Tetapi untuk blogger aktif tidak kalah reputasi dengan tulisan kolumnis di surat kabar atau portal internet.  Semakin aktif posting, tentu semakin terlatih untuk mengulas satu persoalan dengan tajam.

Blogger umumnya bukan hanya ditunjang dari isi tulisan, tapi juga usaha untuk mendisain blog menjadi enak dibaca.  Selain itu juga cara membesarkan blog harus ditunjang dengan personality yang baik dengan saling berkunjung sesama bloggers.  Belum lagi harus mengerti strategi cara mempublikasi alamat blog dengan cara yang sopan.  Tanpa didukung unsur usaha di atas, maka blog hanya mejeng saja tanpa visitor berarti.  Makanya banyak juga yang bingung kenapa blog pribadinya jarang dikunjungi.  Ya, gimana bisa dikunjungi kalau orang tidak tahu hehehe…

Lalu kita masuk ke era NotersNoters ini saya gunakan istilahnya bagi mereka yang nyaman posting tulisan di facebook.  Jejaring sosial facebook ini memang cukup mumpuni tiga tahun belakangan ini.  Tulisan dari para noters (yang sebagian juga sebenarnya berasal dari bloggers) ada juga yang berkualitas.  Noters dari facebook pun ada yang juga dilirik oleh penerbitan.  Menjadi noters juga tidak terlalu pusing dengan disain untuk menarik mata karena sudah dibantu oleh facebook itu sendiri.  Dengan fasilitas sharing yang ada di facebook memang lebih memudahkan tulisan noters lebih mudah diketahui anggota facebook lain tinimbang blog.

Belakangan saya amati malah banyak yang sudah enggan posting di blog dan asyik ber-noting di facebook.  Ada juga yang mengatakan masa-masa blog sudah habis, karena keribetannya untuk mempublikasikan tulisan.  Hmmm… ya sah-sah saja beropini tentang era blogger versus noters.  Tetapi yang mengagungkan kegiatan noting tinimbang blogging juga harus konsisten dengan berusaha menambah pertemanan di akun facebook mereka.  Tanpa keterbukaan, maka note yang ditulis di facebook juga percuma efeknya.

Kalau pendapat pribadi saya sih, baik blogging dan noting seharusnya dapat dilakukan seiring sejalan.  Lagipula kita bukan futuris yang bisa mengklaim, era blog sudah kuno.  Rasanya selama internet masih belum dikonsumsi oleh semua umat manusia, baik website, email, milis, blog, chatting, notes di jejaring sosial masih sangat efektif untuk mengemukakan dan berbagi pendapat.

Satu hal lagi, kita tidak boleh lupa dengan sifat internet yang comprehensive dan compatible antarportal.  Jadi kalau ada yang menggunakan alasan :

“Malas posting dua kali di media yang berbeda!”  Berarti masih belum sepenuhnya paham sifat internet itu sendiri. Mungkin sebagian dari kita yang suka menulis masih terkungkung dengan cara publikasi konvensional ala suratkabar atau majalah.  Sejatinya kalau di media offline kita juga berusaha mendiversifikasikan tulisan kita di berbagai portal media, masakan di dunia online yang lebih fleksibel penyebarannya, kita hanya terkungkung pada satu sarana saja (misalnya hanya memanfaatkan facebook untuk publikasi tulisan) ?  Jadinya kan lucu?!

*)Seluas apakah tulisan kita akan menyebar di ranah internet?  Itu tergantung dari pemahaman dan keinginan kita sendiri untuk mengulik kompabilitas antarportal. Apakah dari nulis di blog lalu bisa posting otomatis ke note facebookJelas bisa! Apakah note saya di facebook bisa diketahui oleh orang lain di luar facebook tanpa posting ulang?  Jelas bisa juga! Anda ingin tulisan Anda di forum-forum ngetop di internet juga tampil di facebook atau twitterItu bukan masalah besar! Bila Anda besar di zaman friendster, bisakah Anda juga tetap eksis dengan blog di friendster tapi juga aktif sebagai noters di facebookAmat sangat bisa! Saya punya blog pribadi, tapi mau buat blog di portal detik.com (biar kelihatan eksis) tanpa harus posting dua kali, bisa?  Bisa banget!

Program yang menghubungkan antara blog, facebook, twitter, google mail, yahoo mail Anda juga banyak sekali.  Jadi bukan berarti kita harus usaha dua tiga kali untuk mempublikasikan posting tulisan.  Justru itulah kelebihan internet di mana antarportal selalu saling berkorelasi untuk meningkatkan traffic web atau posting-an seseorang.  Jadi terus terang saya sendiri ragu bila ada yang dapat mengklasifikasi tren media publikasi tulisan di internet ada yang masih up to date atau out of date.  Berarti pikiran orang tersebut belum dapat mengikuti keluasan mapping internet itu sendiri.

Menurut pendapat saya pribadi masih banyak yang dapat diselami dari fungsi internet untuk mempublikasikan tulisan kita ke portal manapun tinimbang harus berpikir mana yang lebih ngefek, blogging atau noting. Kalau bisa posting lalu dengan efektif kita sebarkan dengan menguasai teknis konektivitas antarportal, mengapa harus kekeuh dengan satu komunitas?  Toh intinya adalah TULISAN itu sendiri disebar, jadi jangan terkonsentrasi hanya di satu atau dua portal saja.

Memperluas publikasi tulisan dengan tidak jadi noters atau bloggers saja juga akan sangat membantu kita memperoleh masukan dari banyak pembaca.  Setiap portal memiliki ciri khas keanggotaan, jadi masukan yang kita terima pun pasti berbeda.  Jika Anda suka mengeksplorasi diri dalam ilmu menulis dan berbagi pengalaman hanya mengevaluasi bentuk tulisan dari orang yang itu-itu saja, maka Anda juga akan sulit berkembang dalam mencari sumber mereka yang memancing Anda untuk lebih eksplorasi ide-ide liar Anda.

Yang justru harus dipikirkan sebagai noters atau bloggers (karena sering dilupakan) adalah hal krusial yaitu jangan menulis dengan fasilitas online portal! Menulislah di aplikasi untuk menulis (piranti lunak pengolah kata), BUKAN menulis di kotak notes facebook atau juga blog.  Setelah menulis dengan sistem offline, baru pindahkan tulisan ke media online.  Lalu jangan lupa di-backup (DISIMPAN) di media penyimpanan sendiri.  Jangan pernah tergantung dengan server blog, jejaring sosial, atau hosting andalan sekalipun! Sekali lagi, sifat internet yang perlu diketahui selain comprehensive, tapi juga sangat maya!  Jadi, jangan biarkan tulisan Anda yang sudah diangkat di media internet baik di note, blog, atau portal manapun juga dihancurkan atau dihilangkan oleh media yang sama.

*)  Maaf, teknik kompabilitas antarportal di internet silahkan dipelajari sendiri ya :) .  Mudah-mudahan di lain kesempatan saya juga bisa menuangkannya di blog.

4 thoughts on “Noters atau Bloggers dalam Tempurung

  1. Thanks Fem atas ulasannya….! Penginnya sih begitu ya, tapi..malesnya itu loh….belum lagi capeknya….hehehe…BTW thanks jg karena sdh diingetin utk nulis offline dulu baru online. Kok nggak kepikir begitu ya dari kemarin2?!

  2. @mbak tina : hehehe aku email aja biasanya juga nulis offline dulu baru tak email ke orang. kecuali email yg cuman ngomong singkat2 baru ketik langsung online :D
    menulis saat offline itu justru untuk antisipasi kalo kita lagi males, mbak..
    lagi semangat dan ada ide diketik pelan2 di notes inti2nya. ntar kalo dah ada waktu tinggal posting. jadi istilahnya nabung hehehehe… jadi nulis offline itu membantu banget :D

  3. Pingback: Websiteku Rumahku, Jejaring Sosial Tempat Nongkrongku « CODE NAME: UNTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>