Dari sekian tahun mencoba trading forex for living (bahasa Indonesianya : bermatapencaharian dengan berdagang valuta asing) ternyata tidak menyebabkan saya jatuh dalam kondisi yang sering ditabukan orang : gambling. Justru saya bersyukur, mengenal foreign exchange (valuta asing) sebagai lahan untuk mencari pendapatan mengajarkan saya banyak hal yang identik dengan kehidupan.
Dan ternyata usaha untuk mengendalikan diri agar tidak menjadikan pekerjaan trading forex (atau pekerjaan dan usaha lainnya) itu menjadi ‘judi’, akan sangat berpengaruh kepada pembentukan kepribadian secara pelan-pelan. Jadinya kok ya sambil bekerja saya juga malah bisa sambil belajar tentang siasat kehidupan yang tergambar dari ritme pergerakan harga yang sehari-hari saya hadapi.
Saya coba uraikan apa saja yang saya pelajari dari pekerjaan ini.
Grafik trend naik / bullish biasanya bergerak merambat. Grafik trend turun / bearish selalu bergerak cepat dan menukik tajam dalam waktu singkat.
Karena sering melihat pergerakan begitu, akhirnya membuat saya waspada. Ada perbedaan tindakan untuk menutup posisi buy (naik) dan sell (turun). Di saat posisi buy biasanya lebih memakan waktu cukup lama untuk ditutup (close). Saya pun merenungkan, ternyata di hidup inipun demikian. Tatkala menuju kesuksesan atau menuju kehidupan yang lebih nyaman diperlukan waktu yang tidak singkat (kecuali ketiban durian runtuh). Untuk mencapainya pun perlu proses merambat dan pelan-pelan. Tetapi tatkala jatuh, buukkk!!! Hanya perlu waktu sekian menit bahkan detik.
Jadi, kalau sekarang kita dalam satu kondisi yang cukup nyaman, justru harus berwaspada dengan kondisi tersebut. Roda hidup selalu berputar, entah bagaimana caranya. Ada saja kejadian yang akhirnya meruntuhkan keyakinan dan kekuatan kita dalam sekejap. Jika sudah demikian adanya, memang iman sangat diperlukan bagi manusia. Dengan beriman, kesejahteraan tidak membuat kita sombong (dan menjadi jatuh). Dengan beriman, keterpurukan tidak akan membuat kita jadi patah arang (dan bisa kembali merambat bangkit).
Kala harga sedang dalam pergerakan sesuai dengan trend, selalu ada pergerakan koreksi (pergerakan harga yang berlawanan dengan trend) yang tajam. Biasanya dalam koreksi yang tajam itu adalah saat-saat untuk menunggu pergerakan naik yang lebih tinggi/rendah (tergantung trend naik/turun) dari harga sebelumnya.
Teori ini juga mengajarkan agar di dalam hidup senantiasa menyadari, bila tatkala kita jatuh, bukan berarti akhir dari segalanya. Kejatuhan itu hanya sebuah koreksi sementara. Kejatuhan itu adalah saat di mana kita dipersiapkan hati dan mental agar lebih kuat saat pergerakan kita kembali ‘on track’ atau ‘on trend’ dengan pencapaian yang jelas lebih baik daripada masa terdahulu.
Hampir sama dengan pohon yang sedang dalam pertumbuhan ke atas, tentu diiringi dengan kekuatan akar di dalam tanah. Kadang ada daun-daun atau bunga-bunga yang gugur agar asupan makanan ke akar lebih kuat lagi. Sehingga pohon itu semakin berkembang tinggi dan kokoh. Jadi kejatuhan atau koreksi itu adalah saat kita memperkuat pondasi hati dan pikiran untuk menerima hasil yang lebih dahsyat!
Stop Loss dan Cut Loss, adalah satu posisi di mana kita membatasi kerugian dari posisi. Penggunaan Stop Loss atau Cut Loss ini menyebabkan trader tidak kehabisan dana (Margin Call). Dengan dana yang masih tersisa diharapkan dapat kembali mengambil posisi yang benar untuk menutupi kerugian sebelumnya. Bahkan dengan dana yang masih adapun trader dapat memperoleh profit melebihi kerugian sebelumnya.
Stop loss mengajarkan saya bahwa di dunia ini tidak ada pekerjaan, tindakan, keputusan yang tidak beresiko. Naik mobil ada resiko, bekerja dengan orang memiliki resiko, bahkan dalam tidur pun orang masih memiliki resiko. Tetapi kita tidak boleh takut dengan resiko itu. Kita harus bisa meminimalisir segala resiko yang bakal terjadi.
Bukan hanya pengusaha saja yang harus punya ilmu mengelola resiko. Sejatinya sebagai manusia harus memiliki ilmu mengelola resiko itu sendiri. Mengelola resiko dapat dimulai dengan mengevaluasi diri kita sendiri terlebih dulu. Sejauh mana kita mampu menerima resiko dalam satu masalah (atau tindakan). Setelah mampu mengetahui batas resiko yang dihadapi, barulah kita dapat mengendalikan resiko tersebut.
Adanya pengendalian resiko sudah jelas menghindari kita agar tidak masuk dalam situasi sudah jatuh tertimpa tangga pula. Jadi cukup sampai tahap jatuh, tidak perlu sampai tertimpa tangga. Batas resiko itu juga membuat kita tidak terjebak dalam situasi gambling. Mengetahui batas resiko yang mampu kita hadapi secara manusia, akan menggiring kita kepada tindakan untuk berserah kepada Yang Di Atas untuk memberi kekuatan lebih dari ukuran manusia untuk bangkit setelah menerima resiko tersebut.
Trailing Stop adalah satu tindakan untuk melindungi profit yang sedang berjalan. Jadi dalam posisi untung yang belum dieksekusi untuk ditutup, kita sudah melindungi sebagian profit itu. Hal ini adalah untuk menghindari bila terjadi pergerakan mendadak seperti koreksi tajam. Di saat posisi otomatis tertutup akibat harga yang berlawanan arah, posisi trader masih dalam kondisi untung. Trader yang menggunakan strategi trailing stop biasanya menganut prinsip ‘let the profit run’, tetapi tetap waspada agar profit tidak hilang.
Wejangan yang saya ingat dari salah satu trader senior yang juga menerapkan teknik ini mengatakan : ‘Kita tidak pernah tahu apakah target kita dapat tercapai. How high is the high, how low is the low? Kita tidak pernah tahu, karena bukan kita yang mengendalikan situasi. Dalam hal inilah, kita harus bijak melindungi apa yang sudah kita punya agar tidak rugi. Dalam hal ini juga kita harus bisa bersyukur dengan apa yang kita dapat. Bersyukur sekecil apapun itu berkat kita, karena prinsipnya kita sudah dilindungi supaya tidak rugi’.
Kala menggunakan teknik ini saya jadi benar-benar praktik tindakan mengucap syukur. Saya tidak dapat mengendalikan pasar uang secara global, kita tidak pernah tahu harga yang akan terjadi satu jam mendatang. Semua hanyalah berdasarkan prediksi indikator dan usaha untuk mengikuti petunjuk indikator yang ada. Hal inipun identik dengan kondisi : bukan saya yang memegang kendali kehidupan saya di masa yang akan datang. Saya hanya mengusahakan sesuai dengan potensi dan petunjuk yang sudah saya dapatkan, tetapi hasilnya? Yang Berkuasalah yang menentukan, dan kita bersyukur dengan apa yang akan terjadi. Yang jelas hal tersebut pastilah sesuatu yang baik bila kita berserah dengan gambaran masa depan dari-Nya.
Dengan menebalkan tindakan bersyukur dengan apapun yang kita terima maka semua pekerjaan akhirnya tidak menjadi gambling. Dengan kata lain, bila kita bersyukur, maka kita :
- Tidak akan terus ngotot mencari keuntungan walaupun kita sudah habis tenaga
- Tidak buta untuk terus mencari-cari keuntungan padahal peluangnya tidak tepat untuk kita masuki, ujung-ujungnya malah semakin terpuruk.
- Terhindar dari godaan untuk mencari rezeki lebih yang tidak halal.
Stand Aside from position is also a position. Terjemahannya tidak mengambil posisi juga adalah sebuah posisi. Bila tidak ada signal untuk buy atau sell, berarti jangan mengambil posisi. Jadi bukan berarti setiap masuk pasar valuta, harus ngotot ambil posisi. Bila hari ini tidak ada signal untuk pengambilan posisi, berarti kesempatan untuk mengamati saja sambil MENUNGGU peluang itu tiba. Stand aside selama tiga atau empat hari? Tidak masalah! Daripada harus masuk posisi tanpa peluang, malah hasilnya jatuh rugi. Dan lagi, pasar tidak akan pernah tutup. Selalu ada besok yang jelas lebih baik!
Seorang trader yang terjebak menjadi gambler biasanya tidak dapat mengendalikan diri untuk tidak mengambil posisi atau menunggu bila memang tidak ada signal untuk masuk posisi. Banyak yang tidak konsisten antara melihat indikator grafik yang memberi penjelasan tentang peluang tersebut. Banyak yang terjebak kepada situasi keserakahan dan aji mumpung. Dan sebenarnya ini tidak berlaku hanya untuk trader forex. Dalam sehari-hari pun kita harus tahu kapan waktu kita :
- Harus menunggu sebuah proses.
- Bisa melihat mana yang peluang dan yang bukan peluang bagi kita.
- Tidak mengambil tindakan alias berdiam diri dulu sampai waktunya tepat untuk bertindak.
- Harus sabar menanti peluang atau kesempatan datang. Ada waktu di mana kita harus dalam posisi ‘tidak ada kegiatan’ selain bersabar. Dan sabar itupun sudah sebuah kegiatan atau posisi yang bijaksana untuk menerima yang terbaik.
Terakhir, mari kita lihat grafik profit para trader forex yang naik turun ini.
Di grafik ini terlihat naik turunnya sebuah investasi. Jadi ada masa profit, ada masa rugi. Tetapi lihatlah pada garis merah yang selalu menanjak naik. Hal ini berarti walaupun terkadang jatuh rugi, tetapi profit yang dihasilkan dalam satu sistem tetap lebih banyak daripada rugi. Sehingga performa investasi selalu dalam grafik naik seiring dengan meningkatnya keuntungan..
Berlaku pula bagi perjalanan hidup kita. Walaupun kehidupan kita jatuh bangun, tetapi ternyata tanpa kita sadari modal kehidupan kita senantiasa bertambah dan meningkat ke atas pelan-pelan.
Kita yang menghabiskan waktu-waktu kita di dunia ini terkadang sering terlalu khawatir dengan ceruk-ceruk kecil, longsoran-longsoran batu yang kita hadapi sekarang. Padahal sebenarnya tanpa kita sadari Dia yang melihat secara global dan jauh ke depan grafik hidup kita, sudah berencana membawa kita terus mendaki ke tempat yang lebih tinggi.

Well implemented… forex dan kehidupan! Sangar!
hahahahaha
ada satu yg kelewat .. harga cenderung bergerak cepat naik dan turun saat ada news , ntah news itu benar atau gak kr sering ada revisi
.. unt sebagian trader ini bisa menjadi peluang yg bagus untuk bisa mengambil keuntungan dg memanfaatkan bolak baliknya harga hanya dg mempelajari dr kebiasaan market . Sama halnya dg kita yg kadang suka merespon berlebihan atau reaktif terhadap kejadian yg tdk biasa yg tiba2 terjadi shg membuat kita malah menjadi lost of control ujung2nya ya kita sendiri yg rugi
.. padahal saat kondisi tersebut sebenernya ada peluang atau manfaat yg sangat menguntungkan jika kita dapat menyikapi kondisi ini dg benar 
pengalaman pribadi nih yg suka merespon kejadian secara berlebihan .. hehehehehehe
@abi : hehehehe benul eh betul betul… nanti aku tambahin di tulisan berikutnya ya hahaha