Weekly Motiflection : Investasi Hidup

Waktu masih berusia tujuh tahunan, saya pernah bertanya kepada Mama mengapa saya harus ulang tahun setiap empat tahun sekali, bukan setahun sekali.  Hanya pertanyaan, bukan protes.  Ya Mama saya hanya menjelaskan kalau tanggal 29 Februari memang hanya terjadi empat tahun sekali.  Saya masih gak mudeng, dan malah balik bertanya,

“Loh… Kalau gitu kok gak dimundurin aja dulu lahirnya, Ma?  Jadi tanggal 30 Februari?” (Ya ya ya…! Silakan tertawa!)

Maksud pertanyaan saya yang otaknya masih berumur tujuh tahun itu ya biar tetap bisa ulang tahun satu tahun sekali, bagaimanapun caranya hahaha!  Namun jawaban Mama saya pasti sudah bisa ditebak,

“Ya tanggal 30 Februari lebih ndak ada lagi lahhh…”

“Oh…  Loh… bulan lain kan ada tanggal 30?” tanyaku lagi.

“Iya, tapi kalau Februari itu terakhir tanggal 28.  Kecuali tiap empat tahun sekali, baru ada tanggal 29,” jelas Mama lagi.

Aku sih tetap tidak protes.  Mungkin karena tetap diucapin selamat dan tetap dikasih kado hehehe…

Setelah itu aku pun tidak merasa ada yang janggal dengan tanggal 29 Februari.  Setiap tahun ya tetap saya ada yang mengucapkan selamat ulang tahun.  Ada juga yang ngasih kado, walaupun bukan tanggal 29 Februari.  Saya juga tidak sedih walaupun saya sering menghibur diri dengan mengatakan bahwa tahun kabisat selalu meriah karena seluruh dunia sibuk dengan pesta Olimpiade (ini pasti, tidak usah dicari fakta dan kebenarannya lagi deh hehehe…)

Namun demikian, banyak yang bertanya bagaimana perasaan saya karena berulang tahun hanya empat tahun sekali.  Dan biasanya saya tetap jawab :  ‘biasa aja’.  Namun sesungguhnya ya tidak ‘biasa aja’ juga sih…  Ada perasaan yang boleh dibilang lucu ketimbang miris hehehe…  Nah sekarang ini saya mau jujur, bila ada tanggal 29 Februari saya memang merasa sangat senang, karena benar-benar banyak yang ingat saya tiba-tiba.  Dan saya merasa inilah hari saya!  Tetapi saat tanggal 29 Februari tidak ada, saya merasa pada saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00, itulah waktu saya.  Ya mungkin sepersekian detik saja, selebihnya adalah milik teman-teman yang ingat kalau saya berulang tahun di tahun yang tak bertanggalkan 29 Februari.

Akhirnya saya jadi terbiasa untuk tidak merenung spesial di hari ulang tahun saya sendiri seperti kebanyakan orang.  Malah pernah lupa non-ultah saya sendiri hehehe…!  Bagi saya semua hari sama dan menghargai kesemua harinya.  Saya lebih ‘mikir’ kalau saya ini sudah tua pada saat tahun baru tinimbang di hari ulang tahun.  Karena kalau merunut umur yang nurut tanggal 29 Februari, usia saya baru 8.5 tahun!  Sebagai orang yang berulang tahun di bulan kabisat, saya bersyukur saja karena walaupun usia saya baru 8.5 tahun, tetapi pemahaman otak saya setara dengan manusia berusia 34 tahun (hehehe…)

Terlebih ketika masuk fase life begin at 30, yang penuh perjuangan (beda dengan life begin at 40 hehehe), jadinya malah bukan berpikir apa yang sudah aku capai sebagai cerminan aktualisasi diri.  Yang ada malah mikir terus, apa yang sudah aku investasikan untuk kehidupan abadi kelak.

Khususnya lagi tahun ini, gempa sudah berkali-kali melanda di awal dua bulan ini.  Saya bukan takut dengan gempanya.  Tetapi saya yang kadang merasa pasang surut dalam mencari keberhasilan jadi sadar kalau hasil fisik yang saya peroleh di sini tidak dapat saya bawa bila seketika umur saya berhenti akibat apapun itu.

Jadi, sudahkah saya memiliki hati yang lebih memandang kepada upah yang tak terlihat untuk kehidupan yang sesungguhnya daripada mengejar apa yang sebenarnya hanya fana. Meminta semangat untuk terus bekerja dan melakukan apapun seperti (dan untuk) diri-Nya sehingga hasil yang fana ini pun tetap dapat memuliakan-Nya.  Walaupun pemahaman ini sudah banyak dimengerti oleh banyak dari kita, terus terang hal ini yang terus terngiang-ngiang sejak kemarin.

Ya, waktu saya semakin sempit untuk menabung sesuatu di mana ngengat dan karat tidak akan merusakannya.  Saya hanya mohon agar saya terus ingat itu, karena saya sering sekali lupa :(

Weekly Motiflection kali ini memang berorientasi pada diri saya sekarang ini.  Mudah-mudahan juga memberi manfaat bagi yang membacanya.

Oh ya sekaligus bersyukur untuk setahun usia weekly motiflection yang jatuh tanggal 26 Februari (untung tidak empat tahun sekali ya hehehe…).  Terima kasih untuk segala ucapan dan doanya.  Semua itu sangat berarti bagi saya supaya tetap sadar untuk memetik investasi hidup di ‘bumi yang akan datang’

6 thoughts on “Weekly Motiflection : Investasi Hidup

  1. Ehehe, selamat ulang tahun ya. Mending 28 ato 1 Maret nih?

    Sama kok, temanku di Semarang juga ultah nya tanggal 29 :) — Tidak perlu bersedih, justru malah unik sendiri hehe, lain daripada yang lain.

  2. Fem..itu artinya kamu sangat special sekali boleh lahir di tgl 29 Feb. Justru orang2 jd gampang inget ama kamu. Buktinya aku yg baru tau..dan kamu temenku ke-2 yg lahir pd tgl tersebut. Boleh juga tukh bikin klub 29 feb. heehheee..maju terus yaa dan teruslah berkarya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>