Jan 28th

Toby Mac : Semua Berawal dari Lutut

Selera musik saya mungkin memang sedikit ‘nyeleneh‘.

Nyeleneh bukan berarti saya tidak suka dengan lagu dan musik top hits yang kebanyakan didengar orang, bukan. Hanya saja musik dan lagu ringan kebanyakan memang saya dengar hanya sekali lewat, menemani saya tatkala makan, tidur, baca, dan belajar (ya dulu saya belajar pakai acara nyetel lagu juga hehehe…).

Jadi, nyeleneh-nya? Ya untuk situasi tertentu, seperti lagi sedih, marah, semangat cari ide, justru lagu dan musik yang saya pasang bukan yang kebanyakan didengar orang. Malah banyak orang yang tidak pernah mendengar referensi lagu yang sering saya cari dan dengar di kala sendirian. Di saat itu saya memang mendengar sambil mengagumi setiap ritme, nada, sampai lirik dari para musikus cerdas (menurut saya, belum tentu menurut orang juga sih hehehe…). Sampai sekarang orang kadang bingung melihat saya yang kadang anteng begini (ehemmm anteng…!) malah doyannya dengar No Doubt, Smashing Pumpkins (udah bubharrr grak!), Arkana (yang juga sudah entah ke mana), Suede.

Demikian juga untuk lagu gospel atawa lagu rohani. Dari sekian banyak orang yang mengenal saya juga takjub dengan pemilihan lagu yang saya sukai dari sederet lagu rohani yang tidak biasa didengar orang. Coba saja saya uji sekarang. Berapa banyak dari Anda yang nasrani mengenal DC Talk, Third Day, Petra (ini ngetop tahun 80-90-an) atau Toby Mac? Mungkin ada beberapa yang tahu juga karena saya pernah pasang tautan video musiknya di facebook hehehe…

Lagi-lagi pemusik yang saya sebutkan di atas memang bermusik dengan pakem yang berbeda dengan lagu rohani kebanyakan yang bernada lembut dan berlirik standar. Tetapi justru genre yang mereka usung itu bagi saya sangat masuk ke sela-sela jiwa kering yang perlu disiram. Bagi saya, justru itulah musik soul walaupun musiknya ada yang menghentak bahkan cenderung cadas. Lirik yang mereka usung juga sangat membumi walaupun semua alkitabiah. Banyak kata-kata tersirat dalam lagu yang mereka buat.

Sudah sekitar lima belas tahun saya mengagumi lagu-lagu DC Talk (sekarang trio yang tergabung di band ini sudah bersolo karier semua). Untuk mendapatkan album mereka dulu saya sampai nitip dengan teman misionaris dari Amerika yang sedang cuti dan pulkam ke New York. Saya sedikit menyayangkan tidak memiliki sumber untuk meng-update lagu-lagu terbaru mereka, apalagi setelah akhirnya saya tahu bila mereka sebenarnya sudah bubar di era 2000 awal.

Syukurlah ada internet. Dari sini saya coba kembali mencari jejak musisi DC Talk yang digawangi oleh Toby Mac, Kevin Max, dan Michael Tait .  Benar saja, mereka sudah bersolo karier. Dan ternyata karya-karya mereka tetap sangat jenius!

Dari ketiga anggota DC Talk memang Toby Mac alias Toby Michael McKeehan lebih aktif bermusik. Saya kutip sedikit informasi dari wikipedia mengenai dirinya :


Toby Michael McKeehan (born October 22, 1964 in Fairfax, Virginia), professionally known as tobyMac, is an American Grammy Award-winning artist, producer and songwriter. tobyMac is one of the first Christian rappers. He was first known for being a member of the Christian singing trio DC Talk, staying with them from 1989 until their announced hiatus in 2000.


Terlihat dari diskografi yang ada menunjukkan bahwa ia tetap eksis di jalur lagu-lagu gospel dengan kolaborasi dari keahliannya nge-rock dan nge-rap. Toby Mac memang musisi yang mempelopori terbentuknya DC Talk. Ia mencipta lagu dengan nada-nada yang bagi saya sangat kaya dan indah untuk didengar walau dengan musik hingar bingar. Toby juga penulis lirik lagu yang bagus dan cerdas. Lirik yang diusung sangat membumi tetapi dalam untuk dipahami. Dalam proses membuat lirik ia juga tetap dibantu oleh para rohaniawan yang menyahihkan bila lirik yang di-release tidak melenceng dari Alkitab.

Saya tampilkan salah satu lagu hits mereka 15 tahun lalu yang berjudul Jesus Freak.  Moga-moga selera Anda sama dengan saya. Kalau Anda membaca blog ini di kantor, pastikan speaker Anda tidak mengganggu sekeliling Anda hehehe…!

Lyrics | DC Talk Lyrics | Jesus Freak Lyrics

Dan ini lagu Toby Mac yang terbaru City on Our Knees!  Single ini akan dimasukkan pada albumnya yang terbaru Tonight di Februari 2010! (yippeee! Senang banget waktu ketemu lagu ini dari hasil surfing). Lagu City on Our Knees menjadi nominator Grammy Award untuk kategori Best Gospel Song 2010 (jadi ngerti kan mengapa saya sebut beliau cerdas hehehe!).

Simak saja betapa Toby ingin menekankan bahwa keindahan persaudaraan di dalam sebuah negara ber-Tuhan layaknya surga berawal dari lutut-lutut kita yang bersatu dalam doa.   Dan itu dapat terjadi sekarang, tidak perlu ditunda untuk mengekspresikan persatuan dalam Tuhan.


TobyMac widget by 6L &

Catatan : Berhubung video klip lama sudah ditarik EMI, ini penggantinya.  Yang penting lagunya, karena yang tampil di sini memang bukan Toby Mac hehehe…  Property yang ada gambar Toby Mac sudah ditarik demi kepentingan album baru.

Oh ya bonus satu lagu lagi ya! Lagu ini membuat saya teringat betapa Toby tetap cerdas dalam rapping. Dan waktu membaca liriknya, saya kembali tersentak dan meresapinya kedalaman makna teologis yang disempal di dalamnya.

Saya suka frase ini di dalam lagu Lose My Soul :
-Since I got that call, no  more Saul, now I’m Paul-

Dalemmm… :)


TobyMac widget by 6L &
Catatan :  Anda dapat mengakses  lagu Toby Mac lainnya yang  ada tertera di widget youtube ini setelah akhir lagu.  Silakan simak  keagungan Tuhan melalui karya seorang Toby Mac yang menguasai hampir semua genre musik.

Comments

Comments on “Toby Mac : Semua Berawal dari Lutut”

DV said:

Aku tak terlalu mengapresiasi musik2 rohani yang ingar-bingar seperti itu… Pernah dulu mengagumi POD dengan Youth of Nation-nya tapi ngga terlalu suka.

Aku lebih suka dengerin U2 yang meski terkesan ‘duniawi’ tapi liriknya sangat gospel dan bahkan di beberapa negara, lagu2 mereka (tak semua) dijadikan lagu2 untuk perayaan ekaristi.

fekhi said:

@DV : tidak semua bagus, Don :)
Yang saya tulis di sini memang yang bagi saya sangat konsisten di jalurnya dengan lirik yang dalam :)
Sebagai catatan Toby Mac juga penyanyi sekular dalam mata pencahariannya karena dia juga kadang menulis lagu soundtrack, iklan. Albumnya juga tidak semua yang liriknya mengarah ke Alkitab semua, ada beberapa yang temanya umum tetapi isinya tetap gospel seperti U2. Itu makanya aku suka :)

mc said:

aku suka city on our knees na…haha…thank u mbak fem,jadi tahu ada pemusik keren seprti toby mac…GBU

fekhi said:

@mc : hehehe thank you juga :)

Ogloszenia Swiecie said:

Very cool blog, I hope for more such good records. Thanks again.

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.