Tak terasa, usianya sudah enam bulan pada tanggal 9 Januari tahun ini. Tak terasanya bisa jadi karena saya sudah cukup menyantaikan pikiran dalam mengasuh bayi. Tidak seperti waktu anak pertama, Pepe, yang terasa berat dari hal begadang, jadwal memberi susu, dan sebagainya. Maka untuk si Oliver, sejak hamil pun saya sudah lebih tidak memusingkan macam-macam rutinitas.
Jika saat hamil Pepe saya selalu menghabiskan vitamin dari dokter, untuk si Oliver saya malah cenderung menghindari. Hanya beberapa saja yang saya konsumsi, itu pun tidak rutin. Saya ingin yang lebih alami saja, jadi makan makanan yang sehat sudah cukup membuat saya yakin jika janin tidak bermasalah. Setiap periksa ke dokter dan di-USG pun tidak bermasalah, jadi saya tetap meneruskan perawatan kehamilan secara biasa saja, tanpa harus parno keharusan makan obat. Continue reading


